Showing posts with label pidato. Show all posts
Showing posts with label pidato. Show all posts

Cara Mengatasi Sifat Sombong Ala Imam Gozali

Mengatasi Sifat Sombong -Sifat sombong adalah salah satu sifat tercela . Sombong tidak sangat tidak pantas bagi orang kaya dan pejabat apa lagi orang miskin lagi rakyat jelata apa yang mau disombongkan ? kalau secara fitrah kita sama terlahir dari pembuahan yang sama dan dalam keadaan yang sama , sama lahir tanpa busana dan dikubur dengan bantuan orang lain juga pake pakean yang sama .  kenapa konsep kesamaan tidak dipakai ? apa yang melatari sifat angkuh atau sombong ini ?

Sifat sombong, takabur dan tinggi hati selalu beranjak dari assumsi bahwa dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan dibanding orang lain , semua manusia ingin jadi raja namun merajai tidak baik menurut pandangan agama . oleh karena itu Imam abdul hamid Al-ghazil membuat sebuah pendekatan untuk menghilangkan sifat kesombongan .

Caranya tidaklah ribet yaitu  pertama-tama menumbangkan pohon kesombongan dari akarnya yang tertancap di dalam hati , yaitu dengan jalan mengenal diri sendiri dan Sang Pencipta yakni yang maha agung Allah Tuhan Alam semesta . Jika kita sudah mengenal siapa diri kita dan  siapa Allah yang agung , kita akan menyadari betapa manusia itu tidak lakayak setetes air pun memiliki sifat sombong . 
cara menghadapi yang sombong
Masih ada yang lebih hebat
Selanjutnya kita terapkan metode untuk menghilangkan kesombongan yang dikonsep oleh imam gozai yang ada dibawah ini :
  • Bila sombong dikarenakan keturunan hendaknya mengobati diri dengan senantiasa mengkaji kembali asal kita  , yaitu debu dan air mani.
  • Andai kesombongan dilatar belakangi paras cantik atau tampan , hendaklah kita lebih banyak melihat kepada apa yang terkandung dalam batin kita bukan pada lahirnya saja.
  • Apabila  sombong sebab kekuatan, dapat diobati dengan pengetahuan bahwa penyakit akan membuat kita sekejap terkulai lunglai dan tak berdaya .
  • jika karena harta bisa  diobati dengan menumbuhkan kesadaran bahwa harta kekayaan, pendukung dan pengikut itu suatu saat akan meninggalkan kita yaitu saat maut menjemput .Kita ditinggalkan tanpa satu benda pun yang ikut  kecuali amal .
  • Bila sebab keilmuan dan keahlian yang kita miliki, dapat diatasi dengan cara pertama-tama menumbuhkan kesadaran pada pribadi kita bahwa Allah SWT memaklumi orang yang bodoh dan sama sekali justru tidak memaklumi orang yang mempunyai pengetahuan. Kedua dengan menyadari segenap diri bahwa takbbur hanya pantas buat pencipta . Dan Allah saja yang Maha Pencipta tidak sombong
  • Jika sombong karena ketaatan beribadah , lihat rosul yang pailng sempurna dan dijamin masuk surganya tidak pernah mersa sombong tetap menampakan keaakraban dan kerendah hatiannya  terhadap sahabat .
Semoga ini bisa membangun mahkota dihati yaitu merasa rendah hati dan sayang kepada sesama .amin . 

Perayaan Nisfu Sya'ban

Salam blogger Alhamdulillah kita semua mendapatkan malam yang barokah dan mustajab berdoa , dalam hal ijabah doa memang kita perlu menuggu waktu ijabah karena di indonesia hanya waktu ijabah yang ada tempat ijabah berdoa tidak ada .
Di tempat saya tadi juga mengadakan perayaan nisfu sya'ban sekaligus memperingati isra' dan mi'raj . 
dimalam nisfu sya'ban kita dianjurkan membaca yasin tiga ( 3 ) kali dengan niat :
  1. Pertama dengan Niat diberi umur barokah , yaitu panjang dan dipake ibadah kepada Allah . memang sebaik-baik umur adalah panjang serta ibadah kepada pencipta dan sejelek-jelek umur adalah panjang dan disertai maksiat
  2. Niat yang kedua , diberi rizki yang halal . Rizqi yang halal akan membuat kita hidup lebih ringan dan nyaman serta aman . ringan dibawa untuk ibadah  nyaman dipestakan untuk keluarga . Ulama mempunyai konsep yaitu ,  Anak yang diberi makanan dari hasil yang halal dan didik secara baik dan agamis insaallah akan menji waladun soleh ( anak soleh ) dan sebaliknya . jika anak dibekali dengan yang haram dan dipelihara dilingkungan yang jauh dari agama maka akan menjadi kafir nauzu billah minzalik .
    Anak yang soleh bisa menjadi jaminan kepada orang tua dan sebaliknya anak yang toleh ( jahat ) bisa menggiring orang tua ke neraka . tinggal pilih Anak yang soleh atau anak yang toleh . bila ingin Punya anak yang soleh maka bekalilah dengan agama .
  3. Ke dua , Niat ditetapkan Iman serta khusnul khotimah . semoga keluarga kita terjaga imannya . ada pepatah mengatakan " Sebaik-baik hidup ialah kaya lagi beriman dan sejelek-jelek hidup adalah miskin dan kafir " nauzu billah . semoga dengan kita dijaga nur iman sampai akhir hayat sekrang masa yang memperihatinkan . banyak tantangan keimanan yaitu diserang dengan paham sekuler , diserang melalu kristenisasi , dan sebagainya . Banggalah denagan tetapnya ada keiman meski banyak yang ingin menggoyahkan .
menjelang bulan ramadhan
Selain membaca yasin kita dianjurkan puasa di siang hari nisfu sya'ban juga memperbanyak solawat kepada Nabi . Sebagai umatnya seyogiyanyalah kita membaca solawat perhari 100 kali . dan lebih-lebih bulan ini .yang biasanya 100 jadi 1000 . semoga kita bisa termasuk ahli solawat .

Berbahagia Menyambut Bulan Rhamadhan

Bulan sya'ban semakin mendekati babak fhinis purnama beberapa hari kan tiba bulan ramadhan di depan mata 
sebagai mumkin setia sambutlah dengan gembira . ada kalimat yang berkata " barang siapa yang bergembira dengan datangnya rhmadhan maka diampuni dosanya " sungguh ini motivasi buat kita agar menyambut romadhan dengan bahagia dalam arti kata menyiapkan mental , fisik dan materi untuk melaksanakan amalan sunnah di malam dan amalan wajijib atau faridoh di siang hari , yaitu saum atau puasa .

Puasa di bulan rhamadhan hukumnya fardhu ain bagi kaum muslimin yang kaya dan yang miskin sama , kefarduan rhamadan berbeda dengan kefarduan sholat pada wanita dimana wanita saat dalam berhadas besar dilarang melakukan sholat dan puasa namun puasa wajib di qodo atau diganti dihari lain sedangkan solat tidak .diambil dalil oleah paradigma islam hadis yang mashur yaitu hadits siti a'isah .

Puasa diwajibkan semenjak mulai terbit pajar hingga gurub atau terbenam matahari  , tapi meski demikian kita dianjurkan untuk imsak bahkan hukum imsak adalah wajib menurut ulama fiqih syafii . imsyak sekitar 10 menit sebelum waktu terbit fajar . disini kita star dilarang makan dan minum dan menghindari jalan dosa lainnya seperti mencaci , mezolimi orang lain, menyakiti hati oarang lain dan sebagainya .

bulan romadon
bulan ramadhan atau puasa
Denagan mempersiapkan mental dan fisik juga materi dan ilmu pelaksanaan peraktek puasa pada dasarnya termasuk berbahagia dengan datangnya rhamadan . Nah oleh sebab itu persiapka ilmu untuk peraktek ibadah Puasa dibulan ramadhan nanti agar ibadah kita diteriama sebab berkata imam ibnu ruslan dalam zubad " amal ibadah tanpa ilmu adalah ditolak dan tidak diterima " jelas ibadah harus disertai ilmu mumpung masih ada waktu belajar minta keteranagan sama ustaz setemapat masing-masing agar beliau menjelsakan tata cara ibadah Pusa . oke segitu saja wallohu'lam 

Untuk selanjutnya baca juga artikel tentang Keutamaan bulan Pusa di postingan berikut ini !

Hadits Tentang Keutamaan Bulan Sya’ban

Hadits Tentang Bulan Sya’ban ,Silih bergantinya hari dan bulan adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi setiap muslim. Betapa tidak, Allah telah melimpahkan berbagai rahmat dan kemurahan-Nya kepada umat Islam, berupa kebaikan dan amalan sholih yang disyari’atkan pada hari-hari atau bulan-bulan itu. Dalam sepekan misalnya, ada hari Jum’at yang padanya terdapat sejumlah keutamaan, ada Senin dan Kamis yang merupakan waktu puasa sunnah yang telah dimaklumi keutamaannya.

Demikian pula di berbagai bulan ada sejumlah keutamaan padanya, seperti bulan Ramadhan, bulan Dzul Hijjah dan lain-lainnya. Maka sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk mengenal dan mengetahui apa yang dituntunkan agamanya di saat menyongsong bulan-bulan tersebut agar kehidupannya -insyâ’ Allah- menjadi suatu yang sangat berarti dan penuh kebahagiaan di dunia yang fana ini dan sangat bermakna untuk akhiratnya kelak. Namun jangan lupa, bahwa di masa ini sangat banyak terjadi bentuk ritual ibadah yang sama sekali tidak memiliki dasar tuntunannya dalam syari’at kita, karena itu haruslah dibedakan antara hal yang dituntunkan dengan hal yang tidak ada tuntunannya bahkan merupakan perkara baru dalam agama alias bid’ah. Seluruh hal ini harus diperhatikan agar “maksud memetik nikmat” tidak berubah menjadi “menuai petaka”.
Berkenaan dengan datangnya bulan Sya’ban 1433 H, maka berikut ini kami ketengahkan kepada para pembaca yang budiman, beberapa hadits yang berkaitan dengan bulan Sya’ban. Diuraikannya hadits-hadits shohih yang berkaitan dengan bulan Sya’ban ini adalah dalam rangka mengingatkan bahwa hadits-hadits tersebut sepatutnya diamalkan, adapun dijelaskannya hadits-hadits yang lemah adalah dalam rangka menyampaikan nasehat untuk kaum muslimin agar menghindarinya. Semoga Allah mencurahkan taufiq dan ‘inâyah-Nya kepada kita semua.


كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلُ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُوْلُ لاَ يَصُوْمُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامً مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ
“Adalah Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka, dan beliau berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan/pernah berpuasa, maka saya tidak pernah melihat Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan selain bulan Ramadhan dan tidaklah saya melihat paling banyaknya beliau berpuasa di bulan Sya’ban.”
Takhrijul Hadits
Dikeluarkan oleh Al-Bukhâry no. 1969, Muslim no. 1156, Abu Dâud no. 2434, An-Nasâ’i 4/151 dan Ibnu Majah no. 1710 dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ.

Hadits di atas, menunjukkan bahwa Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, sebab hal tersebut merupakan puasa wajib terhadap kaum muslimin. Adapun puasa sunnah maka kebanyakan puasa beliau adalah pada bulan Sya’ban.

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ شَهْرَيْنِ مَتَتَابِعَيْنِ إِلاَّ شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
“Saya tidak pernah melihat Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali pada Sya’ban dan Ramadhan.”
Takhrijul Hadits
Hadits di atas, dikeluarkan oleh Abu Dâud no. 2336, At-Tirmidzy no. 735, An-Nasâ’i 4/151, 200, Ad-Dârimy 2/29 dan lain-lainnya dari Ummu Salamah radhiyallâhu ‘anhâ. Dan sanadnya shohih.

Hadits di atas, lebih mempertegas bahwa Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam paling banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Bukan artinya beliau puasa Sya’ban sebulan penuh sebagaimana yang kadang dipahami dari konteks hadits di atas, karena orang yang berpuasa di kebanyakan hari pada suatu bulan, oleh orang Arab, dikatakan dia telah berpuasa sebulan penuh. Maka tidak ada pertentangan antara hadits ini dengan hadits-hadits sebelumnya. Demikian keterangan Imam Ibnul Mubarak rahimahullâh dalam mengkompromikan antara dua hadits di atas.
Adapun Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullâh, beliau berpendapat bahwa dua hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam pada sebagian tahun beliau 

berpuasa Sya’ban sebulan penuh dan pada sebagian lainnya beliau hanya berpuasa pada kebanyakan saja
Fari Usamah bin Zaid radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata kepada Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam suatu bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?” Maka beliau menjawab,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَب وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعُ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ
“Itu adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang manusia lalai darinya. Dan ia adalah bulan yang padanya segala amalan akan diangkat kepada Rabbul ‘Alamin. Maka saya senang amalanku diangkat sementara saya sedang berpuasa.”

Takhrijul Hadits

Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad 5/201, Ibnu Abu Syaibah 2/347, An-Nasâ’i 4/201, Ath-Thahawy dalam Syarah Ma’âny Al-Atsâr 2/82, Al-Baihaqy dalam Syu’bul Imân 3/377 dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 9/18. Dan sanadnya dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Irwâ’ul Ghalîl 4/103 dan Tamâmul Minnah hal. 412.


Berkata Ibnu Rajab rahimahullâh, “Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam telah menyebutkan bahwa tatkala (bulan Sya’ban) dihimpit oleh dua bulan yang agung; bulan Harom (Rajab) dan bulan Puasa (Ramadhan), maka manusia pun sibuk dengan keduanya sehingga (Sya’ban) terlalaikan. Dan banyak manusia yang menyangka bahwa puasa Rajab lebuh afdhaldari puasa (Sya’ban) karena ia adalah bulan haram, dan hakikatnya tidak demikian.”
Dan dari hadits di atas, para ulama juga memetik dua hikmah kenapa Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban,yaitu karena banyak manusia yang lalai darinya dan beliau senang amalan beliau terangkat sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.
Dan sebagian ulama menyebutkan bahwa hikmah dari puasa Sya’ban adalah sebagai latihan guna menghadapi puasa Ramadhan. Tatkala seseorang telah merasakan manis dan lezatnya berpuasa di bulan Sya’ban, maka ia akan masuk pada bulan Ramadhan dalam keadaan penuh semangat dan kesiapan serta telah terbiasa untuk berpuasa.

يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ مُشْرِكٌ أَوْ مَشَاحِنٌ
“Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam nishfu (pertengahan) Sya’ban lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bertikai.”


Masih banyak hadis yang berkaitan dengan  keutamaan sya'ban namun kedudukannya ada yang sohih atau valid aja juga yang dhoif . Dalam fadilah amal hadis dhoif bisa juga dipakai untuk diamalakan... sebab hadisnya tetap dari Nabi adapun dhoif dan sohehnya adalah si perawi ataupun periwayat.

Keutamaan Bulan Sya’ban dan Malam Nisfu Sya'ban

Bulan Sya'ban
Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Islam .Dinamakan Sya’ban, karena orang-orang Arab pada bulan-bulan tersebut yatasya’abun/berpencar untuk mencari sumber mata air. Dikatakan juga karena mereka tasya’ub/berpisah-pisah di gua-gua. Dan dikatakan juga sebagai bulan Sya’ban karena bulan ini muncul/sya’aba di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan.


Sya'ban diambil kosa kata bahasa Arab yang berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.

Karena bulan Sya’ban terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan, karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya’ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. Dalam bulan Sya’ban terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup kemasyarakatan.
nisfu syaban  
Karena letaknya yang mendekati bulan Ramadhan, bulan Sya’ban memiliki berbagai hal yang dapat memperkuat keimanan. Umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita dan pengharapan anugerah dari Allah SWT karena telah mulai merasakan suasana kemuliaan Ramadhan.

ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن 
يرفع عملي وأنا صائم -- حديث صحيح رواه أبو داود النسائي


Terjemahan :
”Bulan Sya'ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Nasa'i)
Dari sinilah diutamakan bulan sya'ban agar  senantiasa kita  memperbaiki amal ibadah dan lebih sungguh-sungguh lagi agar yang ternagkat adalah lebih banyak amal kebajikan .shodaqoh dan menjalin silaturrahim. Umat Islam di Nusantara biasanya menyambut keistimewaan bulan Sya’ban dengan mempererat silaturrahim melalui pengiriman oleh-oleh yang berupa makanan kepada para kerabat, sanak famili dan kolega kerja mereka. Sehingga terciptalah tradisi saling mengirim parcel di antara umat Islam.


Sebagian ulama, diantaranya Ibnul Mubarak telah merajihkan atau mengunggulkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyempurnakan puasa bulan Sya’ban akan tetapi beliau banyak berpuasa di dalamnya. Pendapat ini didukung oleh hadis yang diriwayatkan imam Muslim dari ‘Aisyah ra, katanya, ‘ Saya tidak mengetahui beliau SAW puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan’.

Nisfu artinya separuh jadi separuh bulan dalam bulan arab biasanya adalah tanggal 15 Kaum Muslimin meyakini bahwa pada malam ini, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya'ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban nanti, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya'ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh hamba Allah dipenjuru dunia .
Malam Nishfu Sya’ban dan seluruh bulan adalah saat yang utama dan penuh berkah, maka selayaknya seorang muslim memperbanyak aneka ragam amal kebaikan. Doa adalah pembuka kelapangan dan kunci keberhasilan, maka sungguh tepat bila malam itu umat Islam menyibukkan dirinya dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala terlebih-lebih bulan yang dibulan say'ban dan romadhon nanti  , tapi jangan menunggu hari esok tapi laksanakanlah ibadah dengan khusu; dan banyak hari sebab besok belum tentu bisa ibadah 
Wallohua'alam , sekian semoga artikel Keutamaan bulan Sya’ban dan Malam Nisfu Sya'ban manfaat , ini juga bisa dijadikan bahan naskah pidato tentang say'ban .
Nisfu Sya'ban
Oke baca juga tentang KEUTAMAAN BULAN SUCI RAMADHAN selanjutnya disini !

Membahas Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Secara Mendalam

 Membahas  Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad  Secara Mendalam

Isra’ Mi’raj adalah suatu peristiwa besar yang sekarang oleh sains dan teknologi diakui, karena ternyata memang demikianlah yang bisa terjadi bahwa Rasulullah benar-benar bergerak dari Mekkah ke Palestina, dan kemudian diteruskan ke Sidratil Muntaha hanya dalam waktu tidak sampai satu malam. Sudut pandang ilmiahnya bahwa ini adalah peristiwa fenomenal dan kontroversial. Fenomenasejarah bahwa peristiwa ini belum pernah terjadi dan diyakini takkan pernah terjadi lagi.

Pertama, bahwa peristiwa ini sangat fenomenal dari segi sejarah, karena sebelumnya tak pernah terjadi pada manusia. Sebelum Nabi Muhammad memang pernah terjadi pada benda. Benda tersebut bisa berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang jauh dalam orde sepersekian detik saja. Itulah peristiwa berpindahnya singgasana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba ke Kerajaan Nabi Sulaiman. Waktu itu Nabi Sulaiman bertanya kepada para stafnya yang ketika itu memang sengaja dikumpulkan olehnya. Nabi Sulaiman mengatakan kepada para stafnya untuk melakukan suatu kejutan terhadap Ratu Balqis yang ketika itu sedang menuju ke kerajaan Nabi Sulaiman. Ternyata Nabi Sulaiman ingin memindahkan singgasana Ratu Balqis ke kerajaannya. Nabi Sulaiman bertanya kepada para stafnya siapa yang bisa melakukan hal tersebut. Yang mengajukan diri pertama kali adalah Jin Ifrit. Ditanya oleh Nabi Sulaiman berapa lama ia bisa memindahkannya. Dijawab oleh Jin Ifrit bahwa ia bisa melakukannya sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari tempat duduknya dijamin singgasana itu sudah sampai di hadapannya. Tentunya hal ini sangat cepat, tapi ternyata Nabi Sulaiman belum puas akan hal tersebut.
Kemudian Nabi Sulaiman bertanya lagi kepada para stafnya siapa yang bisa lebih cepat melakukan hal tersebut. Yang mengajukan diri kemudian ternyata adalah seorang manusia, yaitu manusia yang menguasai ilmu dari al-Kitab. Orang itu kemudian ditanya oleh Nabi Sulaiman berapa lama ia bisa melakukannya. Dijawab oleh orang itu bahwa ia bisa melakukannya sebelum Nabi Sulaiman berkedip lagi. Ternyata memang benar adanya, sebelum Nabi Sulaiman berkedip, singgasana Ratu Balqis sudah berada di hadapannya. Satu kedipan mata berarti waktunya kurang dari satu detik. Berkaitan dengan Isra’ Mi’raj, ternyata perjalanan Nabi Muhammad tersebut terjadi dalam waktu tidak sampai satu kedipan mata pun.
Kedua,fenomenal dari segi sains. Untuk menjelaskan Isra’ Mi’raj, ternyata kita harus menggali ilmu-ilmu mutakhir. Kalau ilmu-ilmu lama mungkin tak cukup untuk menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj. Sehingga di zaman itu orang memersepsikan bahwa Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai Buraq. Buraq itu kemudian ada yang menggambarkan bentuknya seperti kuda yang bersayap, ada juga yang menggambarkan bahwa kepala buraq itu menyerupai manusia, bahkan ada juga yang menggambarkan kepala buraq itu berupa wanita cantik. Pemikiran seperti ini tentunya khas abad pertengahan, karena perjalanan tercepat ketika itu adalah dengan mengendarai kuda. Tapi kuda pun tak bisa secepat itu. Karena itu digambarkanlah kuda itu bersayap.
Dengan pendekatan secara saintifik dapatlah dijelaskan bahwa sebenarnya perpindahan Rasulullah dari satu tempat ke tempat lain pada peristiwa Isra’ Mi’raj itu terjadi secara cahaya. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini tentunya kontroversial hampir 1500 tahun di kalangan agamawan maupun para saintis karena memang sulit menjelaskannya. Selalu ada yang tidak percaya, ragu-ragu, dan ada juga yang meyakininya sejak masa hidupnya Rasulullah hingga kini. Yang ragu-ragu sampai sekarang tentunya masih ada, bahkan di kalangan umat Islam sendiri. Ketika ditanya apakah perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Palestina itu dengan badannya atau bukan. Ada yang mengatakan bahwa itu hanya penglihatan saja. Ada juga yang mengatakan bahwa itu hanya ruh saja. Ada yang mengatakan itu hanya mimpi. Dan ada yang mengatakan bahwa peristiwa itu memang dialami Nabi Muhammad dengan badannya.
Yang meyakini bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu dialami Nabi Muhammad dengan badannya adalah mengacu kepada Abu Bakar Shiddiq. Ketika itu Abu Bakar ditanya apakah dia meyakini peristiwa tersebut. Lalu ditanyakan oleh Abu Bakar kepada yang bertanya itu siapa yang menceritakan hal tersebut. Dijawab oleh yang bertanya kepada Abu Bakar itu bahwa yang menceritakan hal tersebut adalah Nabi Muhammad. Dikatakan oleh Abu Bakar, bahwa kalau Nabi Muhammad yang menceritakannya, maka ia meyakininya, karena Nabi Muhammad tak pernah berbohong.

Cara Abu Bakar memersepsi mengenai Isra’ Mi’raj ini oleh sebagian kalangan dinyatakan bahwa beragama itu tak perlu berpikir. Padahal jika dicermati bahwa sebenarnya ketika itu Abu Bakar berpikir dahulu, karena ia menanyakan bahwa siapakah yang menceritakan hal tersebut. Kalau memang Nabi Muhammad yang menceritakannya, maka ia meyakini kebenaran yang diceritakan oleh Nabi Muhammad itu. Tapi kalau yang menceritakannya bukan Nabi Muhammad tentunya Abu Bakar takkan langsung meyakini kebenaran cerita tersebut. Jadi dalam beragama memang kita harus berpikir, janganlah ikut-ikutan saja. Perintahnya sangat jelas di dalam al-Quran: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. al-Isrâ’ [17]: 36)

Selama ini dalam menceritakan Isra’ Mi’raj kalau kita sudah buntu, maka kita katakanlah bahwa kalau Allah menghendaki, maka semuanya bisa saja terjadi. Kita takkan mendapatkan pelajaran apa-apa dengan cara berpikir seperti ini. Padahal peristiwa apapun yang diturunkan oleh Allah, maka di dalamnya selalu ada pelajaran untuk kita. Allah berfirman:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (Q.S. Ali ’Imrân [3]: 190)
Kita diperintahkan untuk menjadi ulil albab, yaitu orang yang menggunakan akalnya memahami segala peristiwa, sehingga ada pelajaran dari setiap peristiwa tersebut.
PerjalananIsra’ Mi’raj itu terdiri dari dua etape: satu etape mendatar (horisontal), sedangkan satunya lagi adalah etape vertikal ke langit ketujuh. Etape mendatarnya diceritakan di dalam surah al-Isrâ’ ayat pertama:
Maha Suci Allah, yang telah memerjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(Q.S. al-Isrâ’ [17]: 1)
Tidak ada ayat lain lagi yang bercerita mengenai perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Palestina itu kecuali ayat ini. Kalau begitu bagaimanakah kita bisa melakukan rekonstruksi atas perjalanan tersebut? Jika ditelusuri kata demi kata dari ayat ini ternyata ada delapan kata kunci di ayat ini, yaitu:
Pertama, ayat ini dimulai dengan kata “subhânalladzî”. Kata “subhânallâh” diajarkan kepada kita untuk diucapkan pada saat kita menemui peristiwa yang menakjubkan, yang memesona, yang hebat, yang luar biasa. Artinya, dengan memulai cerita itu menggunakan kata “subhânalladzî” sebenarnya Allah menginformasikan bahwa cerita yang akan diceritakan tersebut bukanlah cerita yang biasa, melainkan cerita tersebut adalah cerita yang luar biasa dan menakjubkan.
Kedua, yaitu kata “asrâ”. Penggunaan kata “asrâ” memiliki beberapa makna. Yang pertama bahwa itu adalah perjalanan berpindah tempat. Jadi penggunaan kata ini mengcounter pemahaman ataupun kesimpulan yang menyatakan bahwa pada perjalanan tersebut Rasulullah tidak berpindah tempat. Yang kedua maknanya bahwa pada perjalanan itu Rasulullah diperjalankan, bukanlah berjalan sendiri, dan bukan juga atas kehendak sendiri, karena peristiwa ini terlalu dahsyat untuk bisa dilakukan sendiri oleh Rasulullah.
Ketiga, yaitu kata “’abdihi” yang artinya adalah hamba Allah. Hamba terhadap majikan adalah seorang yang tak berani membantah, taat, seluruh hidupnya diabdikan untuk majikannya, untuk Tuhannya. Yang bisa mengalami perjalanan hebat ini bukanlah manusia yang kualitasnya sembarangan, melainkan manusia yang kualitasnya sudah mencapai tingkatan hamba Allah, yaitu manusia seperti Nabi Muhammad. Karena itulah, kita mungkin tidak bisa menerima ketika Nabi Muhammad digambarkan mendapat perintah salat 50 waktu, kemudian beliau menawar perintah tersebut kepada Allah. Anjuran tawar-menawar itu datangnya dari Nabi Musa. Digambarkan bahwa tawar-menawar itu terjadi hingga sembilan kali Nabi Muhammad bolak-balik menemui Allah, yang akhirnya perintah salat fardu yang diterima Nabi Muhammad menjadi lima waktu saja sehari semalam.
Kita mungkin tak sampai hati membayangkan Nabi Muhammad yang begitu taat kepada Allah yang tak pernah membantah kalau mendapat wahyu dan perintah dari Allah yang dalam cerita versi ini digambarkan sampai sembilan kali tawar-menawar dengan Allah untuk mengurangi jumlah salat fardu yang diperintah-Nya. Digambarkan pada cerita versi ini bahwa Nabi Musa lebih superior dibandingkan Nabi Muhammad, sehingga Nabi Muhammad dipingpong oleh Nabi Musa bolak-balik menemui Allah memohon agar jumlah salat fardu yang diperintahkan Allah itu dikurangi. Tentunya patut pula kita ingat bahwa Nabi Musa adalah nabinya bani Israil (sebetulnya juga nabinya umat Islam/umat Nabi Muhammad), tetapi orang-orang bani Israil tidak mau menerima Nabi Muhammad. Bagi bani Israil, Nabi Musa lebih hebat dibandingkan Nabi Muhammad, sehingga dalam cerita versi ini Nabi Muhammad dipingpong saja. Jadi ini indikasinya adalah hadis Israiliyat.
Keempat, yaitu kata “laylan” yang artinya adalah perjalanan malam di waktu malam. Hal ini menunjukkan sebagai penegasan bahwa perjalanan malam itu tidak sepanjang malam, melainkan cuma sebagian kecil dari malam. Sehingga diriwayatkan di beberapa hadis, bahwa ketika Rasulullah berangkat dari rumah meninggalkan pembaringan, kemudian menuju ke Masjidil Haram, dan kemudian terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut. Ketika Rasulullah kembali lagi ke rumahnya, ternyata pembaringannya masih hangat. Hal ini menunjukkan bahwa ketika itu beliau tidak lama meninggalkan rumahnya. Di hadis yang lain juga diceritakan, bahwa ketika Rasulullah meninggalkan rumahnya, beliau menyenggol tempat minumnya kemudian tumpah, dan ternyata ketika Rasulullah kembali lagi ke rumahnya, air dari tempat minum yang disenggolnya itu masih menetes. Hal ini menunjukkan bahwa sebetulnya Isra’ Mi’raj yang dialami Rasulullah itu berlangsung dalam waktu yang sebentar dan cepat.
Bayangkanlah, perjalanan semalam saja masih sulit diterima, apalagi perjalanan yang hanya sekejap yang itu mungkin hanya beberapa menit, atau mungkin hanya beberapa detik.
Kelima, minal masjidil harâmi ilal masjidil aqsha (dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa). Mengapa perjalanan Rasulullah ini dari masjid ke masjid? Mengapa pula tidak dari rumahnya atau dari Gua Hira ke tujuan lain yang bukan masjid (dari tempat yang bukan masjid ke tempat lain yang bukan masjid juga)?
Patut diketahui, bahwa masjid adalah tempat yang menyimpan energi positif sangat besar. Dengan kamera aura yang bisa memfoto dan memvideokan sesuatu, jika ada orang yang sedang berzikir ataupun membaca al-Quran, ternyata orang tersebut memancarkan cahaya yang terang benderang. Berbeda halnya dengan orang yang sedang marah, depresi, ataupun stress, maka orang tersebut akan memancarkan cahaya berwarna merah. Warna aura ini bertingkat, yaitu dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, sampai warna putih. Setiap kita memancarkan energi. Akan terpancar energi dari setiap aktivitas yang kita lakukan, dan energi itu menancap di tempat kita berada ketika itu. Energi itu membekas, sehingga seluruh aktifitas kita akan terekam. Allah berfirman:
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S. Qâf: 18)
Raqib dan Atid kemudian dijadikan sebagai nama malaikat yang mencatat amal kebaikan dan keburukan. Rekaman tersebut di ruang tiga dimensi, dan suatu ketika akan diputar lagi. Allah berfirman:
Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (Q.S. Qâf: 22)
Di pengadilan akhirat itu, manusia akan bisa melihat seluruh perbuatan yang dilakukannya di dunia.
Masjid mengandung energi positif sangat besar, terutama masjid yang sering digunakan sebagai tempat beribadah. Semakin sering, semakin banyak, dan semakin khusyuk, maka energinya akan semakin besar. Rasulullah berangkat dari masjid menuju ke masjid. Terminal keberangkatannya di masjid
Keenam, bâraknâ hawlahu (yang telah Kami berkahi sekelilingnya). Allah memberkati sepanjang perjalanan itu, hal ini karena perjalanan itu memang membahayakan. Dengan keberkahan Allah kondisi Nabi tetap membaik
Ketujuh, linuriyahû min âyâtinâ (agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami). Dalam perjalanan isra’ mi’raj ketika itu Rasulullah ditunjukkan berbagai peristiwa. Mengapakah bisa seperti itu, sedangkan itu adalah waktu yang sangat singkat. Itulah yang disebut sebagai relativitas waktu, yaitu ada perbedaan waktu antara orang yang berkecepatan tinggi dengan orang yang berkecepatan rendah. Kita mengetahui, bahwa antara orang yang tidur dengan orang yang sadar (terjaga) itu waktunya berbeda. Misalnya, ada yang tiba-tiba terlelap tidur yang itu hanya sebentar (mungkin hanya beberapa detik), lalu yang tertidur itu dibangunkan. Yang tertidur itu pun terbangun, lalu ia bercerita baru saja ia bermimpi. Ceritanya itu begitu panjang, seakan-akan mimpinya itu sangat lama, padahal ia hanya tertidur beberapa detik saja. Begitupun dengan Rasulullah, meskipun perjalanan yang dialaminya itu hanya berlangsung sepersekian detik, tetapi beliau ditampakkan berbagai macam peristiwa oleh Allah. Hal ini karena yang memberjalankan Rasulullah adalah Allah yang tak lain adalah zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Kemahamendengaran dan kemahamelihatan Allah itu ditularkan kepada Nabi Muhammad, sehingga kemampuan Rasulullah untuk melihat dan mendengar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Selanjutnya mengenai Mi’raj diceritakan pada surah an-Najm 14-18:
(14) (yaitu) di Sidratil Muntaha. (15) Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (16) (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. (17) Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. (18) Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. an-Najm: 14-18)
Di dekat Sidratil Muntaha, Rasulullah menyaksikan surga. Tentunya tidak sembarangan orang yang bisa menyaksikan surga, karena sudut padangnya harus tertinggi di alam semesta ini. Dari dunia tidak kelihatan, kalaupun kelihatan hanya sebagian. Jadi, kalau kita merasakan kebahagiaan, maka hal itu mungkin kita telah mendapatkan kebahagiaan surga, namun hanya sedikit sekali perbandingannya, mungkin bagaikan setetes air dibandingkan dengan samudera, itu pun setetes airnya dibagi lagi tak berhingga. Sebaliknya kalau kita menderita, maka itu adalah penderitaan neraka, namun skalanya tak berhingga.
Lantas ke manakah Rasulullah melanglang buana? Menyeberangi langit ataukah beliau langsung masuk ke Sidratil Muntaha yang kita tidak tahu di mana letaknya.
Betapa besarnya langit angkasa semesta. Apakah langit? Langit adalah seluruh ruangan alam semesta ini. Matahari dikelilingi oleh planet-planet, bumi tempat kita tinggal adalah termasuk salah satu planet yang mengitari matahari. Matahari yang tadinya kelihatan besar, semakin jauh kita lihat maka semakin kecil. Ketika matahari yang kita terlihat itu semakin kecil, maka biasanya kita tidak lagi menyebutnya matahari, melainkan kita menyebutnya bintang. Matahari itu ternyata demikian banyaknya, seluruh bintang-bintang itu sebenarnya adalah matahari. Diperkirakan jumlahnya trilyunan. Matahari-matahari (bintang-bintang) itu bergerombol membentuk galaksi. Galaksi adalah gerombolan matahari (bintang), di tengahnya ada matahari yang lebih besar, dan di sekitarnya ada sekitar 100 milyar matahari (bintang). Bintang-bintang itu bergerombol mengitari pusatnya membentuk suatu galaksi. Galaksi tempat bumi dan matahari kita berada adalah galaksi Bimasakti. Di sebelah galaksi Bimasakti ada galaksi Andromeda yang isinya diperkirakan juga 100 milyar matahari. Galaksi-galaksi itu diperkirakan trilyunan jumlahnya. Para ahli astronomi bahkan sampai kehabisan nama untuk menyebut galaksi karena saking banyaknya.
Galaksi-galaksi itu ternyata bergerombol-gerombol lagi membentuk gerombolan yang lebih besar yang dinamakan sebagai supercluster. Isinya diperkirakan 100 milyar galaksi. Apakah supercluster adalah benda terbesar dan terjauh di alam semesta, hingga kini belum ada yang mengetahuinya.
Jarak bumi ke matahari adalah 150 juta kilometer. Kalau dilewati cahaya maka dibutuhkan waktu 8 menit. Jadi, kalau kita melihat matahari terbit yang sinarnya sampai ke mata kita, maka cahaya yang sampai ke mata kita itu sebetulnya bukanlah matahari sekarang, melainkan matahari 8 menit yang lalu. Cahaya matahari itu berjalan selama 8 menit barulah sampai ke mata kita. Sementara bintang kembar (Alpha Century) jaraknya dari bumi adalah 4 tahun perjalanan cahaya. Kalau kita melihat bintang kembar pada malam hari, maka sebetulnya itu bukanlah cahaya bintang kembar saat itu, melainkan bintang 4 tahun yang lalu. Di belakangnya lagi ada bintang yang berjarak 10 tahun perjalanan cahaya. Bayangkanlah kalau kita mau menuju bintang berjarak 10 tahun cahaya menggunakan pesawat tercepat yang dimiliki manusia, misalnya menggunakan pesawat ulang alik yang kecepatannya 20 ribu kilometer per jam. Apakah yang kemudian terjadi? Ternyata dibutuhkan waktu 500 tahun untuk sampai ke bintang tersebut.
Ternyata bumi kita ini bukanlah benda besar di alam semesta, melainkan benda yang sangat kecil. Di belakang bintang berjarak 10 tahun cahaya ada bintang berjarak 100 tahun cahaya, di belakangnya lagi ada yang berjarak 1000 tahun cahaya, yang berjarak 1 juta tahun cahaya, dan juga yang berjarak 1 milyar tahun cahaya. Yang terjauh diketahui oleh ilmuwan Jepang yaitu yang berjarak 10 milyar tahun cahaya. Jadi, bumi kita ini hanyalah sebutir debu di padang pasir alam semesta raya.
Jadi, manusia adalah debunya bumi, bumi debunya tata surya, tata surya debunya galaksi Bimasakti, galaksi Bimasakti debunya supercluster, supercluster debunya langit pertama, karena langit itu ada tujuh (sab’a samawâti). Ilmu astronomi hanya mengetahui langit itu satu, tapi al-Quran mengatakan langit itu ada tujuh, karena menurut al-Quran bahwa langit yang kita kenal itu yang banyak bintang-bintangnya barulah langit dunia (langit pertama). Allah berfirman: Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, (Q.S. ash-Shâffât: 6)
Sudah sedemikian besarnya langit pertama, ternyata langit pertama adalah debunya langit kedua, karena langit kedua itu besarnya tak berhingga kali dibandingkan langit pertama. Langit ketiga besarnya tak berhingga kali dibandingkan langit kedua. Begitu seterusnya setiap naik ke langit selanjutnya selalu tak berhingga kali besarnya dibandingkan langit sebelumnya, hingga langit ketujuh tak berhingga kali dibandingkan langit keenam, serta tak berhingga pangkat tujuh dibandingkan langit pertama.
Jadi, langit pertama adalah debunya langit kedua, langit kedua debunya langit ketiga, seterusnya hingga langit ketujuh, dan seluruh langit yang tujuh beserta seluruh isinya hanyalah debu atau lebih kecil lagi di dalam kebesaran Allah. Beginilah cara al-Quran menggiring pemahaman kita tentang makna Allahu Akbar. Semestinya menurut al-Quran, bahwa belajar mengenal Allah itu adalah dari seluruh ciptaan-Nya. Dengan begitu kita akan mengetahui betapa Maha Besarnya Dia, betapa Maha Menyayangi, Maha Teliti, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, tak cukup hanya dari lafaznya, karena kita takkan mendapatkan rasa yang sesungguhnya.
Bayangkanlah betapa Rasulullah melakukan perjalanan menuju langit ketujuh. Sebetulnya Rasulullah berjalan ke langit ketujuh itu apakah melintasi ruang angkasa atau tidak?
Kalaupun badan Rasulullah diubah menjadi cahaya, maka dari bumi menuju bintang Alpha Century yang berjarak 4 tahun cahaya, maka Rasulullah membutuhkan waktu 4 tahun untuk sampai ke bintang Alpha Century, untuk menempuh yang berjarak 10 tahun cahaya dibutuhkan waktu 10 tahun, untuk menempuh yang berjarak 10 milyar tahun cahaya dibutuhkan 10 milyar tahun. Sepertinya Rasulullah tidak melewati ruang angkasa, melainkan ada ruangan langsung yang tidak ke sana (tidak ke ruang angkasa) tetapi memahami semua itu. Di manakah itu?
Ternyata langit kedua terhadap langit pertama tidak bertumpuk seperti kue lapis (dalam konteks Mi’rajnya Rasulullah). Sering kita berpendapat dari cerita-cerita klasik bahwa Nabi Muhammad dan malaikat Jibril menuju ke langit ketujuh dengan cara naik menggunakan tangga, kemudian bertemu langit yang digambarkan seperti langit-langit, kemudian di situ ada pintunya dan ada penjaganya. Lalu Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad ditanya mau ke mana oleh si penjaga langit. Dijawab oleh Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad bahwa akan bertemu dengan Allah. Kalau begitu, berarti Allah itu jauh sekali. Padahal di dalam al-Quran digambarkan bahwa Allah itu dekat, dan Nabi Muhammad mengetahui itu. Allah berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (Q.S. Qâf: 16)
Bahkan dinyatakan juga di dalam al-Quran: Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. al-Baqarah [2]: 115)
Timur dan Barat milik Allah. Ke manapun kita menghadap, maka kita berhadapan dengan Allah, karena Allah sedang meliputi kita. Dan Rasulullah tahu persis akan hal itu. Jadi untuk bertemu Allah tak perlu ke Sidratil Muntaha. Dan memang Rasulullah ke Sidratil Muntaha bukanlah untuk menemui Allah, karena Allah sudah meliputi Rasulullah, juga meliputi kita semua di manapun kita berada.


Isra’ Mi’raj itu sebetulnya bertujuan membawa Rasulullah ke satu posisi yang paling tinggi untuk memahami betapa dahsyatnya ciptaan Allah. Untuk apakah semuanya itu? Yaitu untuk memotivasi Rasulullah. Mengapakah demikian? Karena sebelum Isra’ Mi’raj, Rasulullah sedang berada pada titik terendah perjuangannya yang paling sulit, yaitu ketika dijepit oleh orang kafir dan diembargo secara ekonomi. Di saat-saat itu justru Allah mewafatkan paman Rasulullah (Abi Thalib) dan mewafatkan istri Rasulullah (Khadijah). Hal ini bukannya tidak sengaja, melainkan disengaja oleh Allah, karena memang tak ada yang kebetulan di dalam kehidupan ini.
Semuanya itu justru terjadi pada saat Rasulullah berada pada titik nadir perjuangannya. Beliau berharap memindahkan front syi’arnya ke luar kota (yaitu ke Tha’if). Beliau berharap disambut baik oleh penduduk Tha’if, tapi malah yang terjadi beliau dilempari batu sampai berdarah-darah. Maka kemudian Allah memompa kembali semangat beliau, yaitu dengan cara Isra’ Mi’raj. “Muhammad, engkau adalah utusan Allah,” mungkin seperti itulah yang ingin disampaikan oleh Allah melalui peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut.
Ketika Rasulullah kembali dari Isra’ Mi’raj, maka setahun kemudian terjadilah titik balik perjuangannya, yaitu beliau bersama pengikutnya hijrah ke Madinah, kemudian dari Madinah bisa menaklukkan kota Mekkah.
Demikianlah artikel isra' mi'raj . Mudah-mudahan Allah memberikan barakah dan rahmat-Nya untuk kitasemua.

Pidato Tentang Hari Akhir / Hari Qiyamat


Bapak kepala sekolah yang saya hormati bapak/ibu guru yang saya hormati serta tidak ketinggalan teman-teman yang saya cintai.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan mangucap puja dan puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT.
Saya disini akan mambahas tentang Hari akhir

1.    Pengertian hari Akhir
Sesudah alam yang kita tempuh sekarang ini – kehidupan kita sekarang ini – ada lagi alam yang disebut alam akhirat. Alam akhirat ialah kehidupan yang kekal abadi setelah kehidupan didunia atau alam baka, sebagai kelanjutan dari pada kehidupan di dunia atau alam fana. Di akhirat atau alam baka itulah Allah akan memberi balasan pahala pada setiap orang yang berbuat baik, balasan siksa pada setiap orang berbuat jahat. Besar kecil berat ringan pahala dan siksa yang akan diterima oleh setiap orang sesuai dengan  besar kecilnya amal kebaikan dan besar kecilnya dosa yang diperbuatnya didunia. Di alam inilah keadilan Allah berlaku seadil-adilnya.
Setiap muslim wajin beriman kepada hari akhir, sebab dengan beriman kepada hari akhir setiap orang akan selalu berusaha untuk berbuat amal kebaikan sebanyak-banyaknya dan menjauhi segala perbuatan jahat, karena yakin bahwa segala amal perbuatanya didunia ini akan mendapat balasan dari Allah SWT seadil-adilnya.
Firman Allah :





Artinya : “Orang-orang yang beriman kepada apa yang diwahyukan kepadamu (Muhammad)  dan apa yang diwahyukan kepada para Rasul sebelum kamu dan mereka yakin kepada hari akhir”. (Q.S. Al-Baqarah : 4)

Jelasnya dengan beriman kepada hari akhir dengan iman yang berakar dikalbu seseorang, maka akan terbentuk manusia yang berakhlaq mulia penuh sifat-sifat keutamaan , jauh dari sifat-sifat fahsya’ dan sifat-sifat mungkar.
Iman kepada hari akhir akan menjadi tenaga penbangkit dan pendorong kepada tha’at dan inadah yang diridoi oleh Allah SWT.

Firman Allah :





Artinya : “Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah dan hari akhir”. (Q.S. Al-Baqarah : 177)

    Apakah hari akhir itu akan terjadi dan kapan terjadinya?

    Firman Allah :



Artinya : “Sesingguhnya saat (Hari akhir) itu pasti datang, tidak diragukan lagi”.

    Firman Allah :






Artinya : “Dan barang siapa yang kafir kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, dan hari akhir, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. (Q.S. An-Nisa’ : 136)

Berdasrkan ayat-ayat tersebut di atas jelas bahwa hari akhir atau hari kemudian itu pasti terjadi. Apabila seseorang tidak yakin atas hal tersebut maka sesatlah orang itu.
Seorang muslim wajib beriman akan datangnya dan terjadinya hari akhir itu. Karena Allah sendiri yang memberitahukan.
Kapan datang atau terjadinya hari akhir itu ?
Tidak ada yang mengetahui kapan hari akhit itu tiba atau terjadi, baik Nabi Muhammad SAW atau Malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu Allah kepada Muhammad juga tidak mengetahuinya. Hanya tanda-tandanya dapat diketahui.

Firman Allah :



Artinya : “Orang bertanya kepadamu (Muhammad) tentang saat (Hari qiamat). Katakanlah kepada mereka : sesungguhnya yang mengetahui saat (Qiamat) itu hanya Allah sendiri. (Q.S. Al-Ahzab : 63)

    Sabda Rasulullah SAW :


Artinya : “Demi Allah yang diri Muhammad ditanganNya : Sungguh akan datang saat (Qiamat) itu. Kedatangannya tidak dapat diketahui. Ia dating dengan tiba-tiba……”. (H.R. Muttafaq Alaih)

    Demikianlah hari akhir itu pasti dating. Sebagai seorang muslim kita percaya sepenuhya. Kapan datangnya hari akhir itu tidak ada yang mengetahui – Wallahua’lamu bishowab.

2.    Tanda-tanda hari akhir

Tanda akan datangnya hari akhir atau hari kiamat itu antara lain :
1.    Ilmu agama diremehkan. Artinya ilmu agama kurang diperhatikan meskipun oleh kaum muslimin sendiri.
2.    Kebodohan dalam keagamaan sudah merata, artinya kaidah-kaidah dan hukum agama sudah tidak dipakai dan tidak dimengerti lagi.
3.    Kema’siatan merajarela seperti : perzinahan, perjudian, minum-minuman keras dan sebagainya.
4.    Kejahata terjadi disegala pelosok dunia seperti : Pembunuhan, perampokan, perkosaan, penganiayaan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan lain-lain.
5.    Jumlah orang laki-laki berkurang karena adanya peperangan-peperangan dan lain sebagainya sedang jumlah wanitanya semakin banyak sehinga perbandingan anatara laki-laki dan wanita jauh tidak seimbang.
6.    Banyaknya orang-orang yang dahulunya penggembala tiba-tiba menjadi raja yang kaya raya.
7.    Banyaknya orang-orang yang suka bertelanjang dimuka orang banyak karena mencari nama dan lain-lain.

Semua tanda yang tersebut diatas terdapat didua buah hadits riwayat Abu Hurairah dalam kitab “HADZA YAUMUDDIN” karangan MOH. ABDAI RATHOMI. Masih banyak tanda-tanda lagi tentang datangnya hari kiamat.

3.    Peristiwa-peristiwa penting pada hari akhir.

a). Apa yang terjadi pada hari akhir itu ?
Banyak hal yang mengerikan dan menakutkan yang dapat diliaht dan disaksikan dikala hari Qiamat itu tiba. Sebab semua peristiwa dahsyat itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Mula-mula dunia ini akan berubah secara umum dan merata : langit pecah belah bagaikan pecahnya kaca, bintang-bintang jatuh berserakan kebumi karena bertabrakan satu dengan lainnya. Pelanet diangkasa luar tiada teratur lagi jalannya sehingga berbenturan antara satu dengan yang lain. Gunung meletus mengeluarkan batu-batu api panas yang menghancurkan segala sesuatu. Air laut pasang hebat bagaikan mendidih karena dekatnya jarak antar bumi dan bulan. Bumi pecah belah dan gunung serta bukit longsor, matahari suram sinarnya tetapi panasnya berlipat ganda karena dekat sekali jaraknya dengan bumi kita. Terjadilah kebakaran hebat yang belum pernah ada sebelumnya.
Manusia dikala itu dalam kepanikan dan kebingungan luar biasa, sehingga seorang ibu yang sedang menyusui anaknya lupa akan anaknya dan ditinggalkannya. Wanita-wanita hamil akan melahirkan anaknya meskipun belum waktunya. Orang tua tidak mengenal lagi anak-anaknya, sianak tidak kenal kepada orang tuanya.
Masing-masing kebingungan memikirkan keselamatan hidupnya. Setelah peristiwa-peristiwa tersebut diatas maka matilah semua makhluk yang hidup. Peristiwa-peristiwa itu ditandai tiupan sangkakala oleh malaikat. Isrofil sebagai tanda dimulainya kehancuran alam semesta.
b). Hari Kebangkitan (Ba’ats)
Setelah semua makhluk mati maka Allah memerintahkan malaikat isrofil meniup sangkakala untuk kedua kalinya maka dibangkitkanlah manusia dari kuburnya masing-masing.
c). Hasyar artinya berkumpul di padang mahsyar.
Setelah bangkit maka manusia dikumpulkan disuatu padang yang amat luas yang disebut padang Mahsyar. Disinilah setiap manusia akan menerima buku catatan tentang amal perbuatannya di dunia. Dari buku catatan tersebut akan dapat diketahui dimana ia akan ditempatkan, disurgakan atau dineraka.
d). Mizan dan hisab
Buku catatan tersebut kemudian ditimbang dalam timbangan amal yang disebut Mizan kemudian diteliti dan diperhitungkan seteliti-telitinya dan secermat-cermatnya, seberapa besar dan kecilnya amal yang baik dan amal yang buruk. Perhitungan ini disebut Hisab.
e). Syafa’at
Pertolongan besar yang diberikan oleh nabi Muhammad SAW disebut syafa’at. Bentuk pertolongan tersebut ialah permohonan beliau pada Allah SWT agar segera diadakan hisab (Perhitungan) terhadap amal perbuatan setiap manusia. Maka permohonan tersebut dikabulkan, sehingga mulailah diadakan hisab setelah sekian lama manusia menunggu dalam keadaan tersiksa dan menderita. Yang dapat memberi syafa’at pada hari kiamat nanti hanyalah nabi kita Muhammad SAW.
f). Shirothal Mustaqim
Titian yang membentang diantara kedua sisi neraka jahanam disebut Shirothal Mustaqim. Selain ditimbang dan dihitung amalnya setiap orang harus melewati titian ini.
Bagi orang yang baik catatan amalnya akan melewati titian itu dengan selamat masuk sorga, tetapi bagi yang buruk catatan amalnya tidak akan dapat melewati titian itu dan jatuhlah keneraka.

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
sekian saja contoh naskah pidato moga membantu . amin

Qodo dan Qodar

Qodo dan Qodar Allah
Apa sih Qodo Qodar itu ? disini saya hanya menjelaskan secara simpel saja , karena dalam membahas yang dua ini perlu kehati-hatian yang mendalam. 

baiklah  , Qodo ialah kepasti ( dizaman azali ) dan qodar ialah ketentuan ( yang sedang kita alami ) , yang keduanya telah ditetapkan oleh Allah SWT untuk seluruh makhlukNya. Kita harus beriman kepada kepastian-kepastian dan ketentuan-ketentuan Allah tersebut diatas. Artinya bahwa segala yang dilakukan atau terjadi atas semua makhluk baik disengaja seperti : makan, minum, belajar, duduk, berdiri, maupun yang tidak disengaja seperti : jatuh, tergelincir, kecelakaan, pingsan, mati dan lain sebagainya itu adalah kehendak Allah SWT.


zaman azali : sebelum kita dilahirkan kedunia .

Isra' Mi'raj


Surah al isro' ayat satu :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى  

Terjemah suroh Al isro' ayata 1 :
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1)
 
Pengertian Isra' dan Mi'raj
 
    Isra' adalah bahasa arab yand berati Perjalanan dan mi'raj artinya kenaikana ini secara etimologi sedangkan menurut istilah Isra' adalah perjalanan Nabi dari masjid Haram ke masjidil Aqso di Palestina . 
Sedangkan Mi'raj adalah kenaikan Nabi  kelangit yang ketujuh hingga ke sidrotul mintaha . 
Isra' mi'raj nabi bersama dengan malaikat jibrul dan mengendarai buroq , 

     Buroq sebagian ulama mengartikan dengan "barqun " atau dalam bahasa indonesia adalah kilat , karena kecepatannya melabihi jet dan pesawat . tapi perlu ditelaah lagi buroq bukan jenis wanita atau jenis lelaki adapun gambar yang sering kita lihat kuda berkepala wanita cantik adalah merupakan penghinaan dan tipu daya non-muslim yaitu orang yahudi agar Nabi Besar Nabi Muhammad itu suka sama wanita . ini jelas pengkeliruan anggapan . Nabi kita hanya beristri tujuh tapi lihat Nabi yang diutus kepada orang yahudi mislkan Nabi Sulaiman Alaihis salam istrinya 1000 dan Nabi Daus alahis salam 100 . Ini jelas jumlahnya lebih banyak . Tapi ingat kita tidak boleh tahqir atau meremehkan Nabi-Nabi sebab semua Nabi menikah bukan atas Nafsu dan Sahwat tapi berdasarkan perintah atau wahyu ilahi .
Menghinakan Nabi adalah kufur meskipun bukan Nabi Muhammad sebab semua Nabi adalah wajib kita imani dan meyakini mereka punya 4 sifat siddiq ,amanah , tablig , patonah .

Tahun Terjadi Isra' mi'raj 

       Dalam penetapan tahun ini sangat banyak versi dari para dikma muslim namun yang mashur / tersebar dimasyarakat atas dasar pendapat ulama salaf bahwa isra' mi'raj Nabi Muhammad jatuh pada tanggal 27 rajab sekitar tahun 620-621 tahun Miladiah atau masehi .


     Tahun waktu terjadinya isra' dan mi'raj Nabi dilandan kesedihan dan dicoba dengan Wafatnya  pembela  pendukung setia juga kekasih Nabi   yakni istri Rosulullah Siti khodijah dimana beliau dalam da'wah Nabi , mati-matian membela dengan tenaga dan harta yang dimilikinya , dalam sejarah jelas bahwa siti Khodija adalah wanita yang kaya raya .
Disamping kesedihan itu Nabi juga ditinggal oleh Paman  beliau Abu tholib dalam sejarah Abu tholib yang pertama wafat baru Khodijah rodyallohu Anha . 
 dengan di isra' dan mi'raj kan Nabi jelas ada sebagai pelibu lara dan duka yang ada ini mengajarkan kepada kita bila dilanda pilu dan duka seyogiyanya mengadakan wisata rohani dengan cara mengunjungi majelis taklim atu pengajian-pengajian , masjid , silarurahim dan sebagainya .

     Insaallah dismabung ke postingan selanjutnya salam blogger dari kisah-kisah artikel ini juga bisa dijadikan Pidato tentang isra' mi'raj Nabi muhammad yang sekarang dimana-mana diperingati . hidupkan siar islam dengan berbondong-bondong  memperinagti isra' mi'raj Nabi  ditempat ku sekarang untuk ibu-ibu dan ntar malam untuk bapak-bapak dan malam juamat berikutnya Pemudan dan remaja masjid insaallah .  Ayoo...Dukung Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Nabi kekasih Allah . !!!



Contoh Pidato Sambutan Isra’ Mi’raj nabi Muhammad

Sambutan Ketua Panitia Peringatan Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW
pidato sambutan
Ini hanya gambaran umum untuk contoh pidato  sambutan buat isra' mi'raj

 pidato sambutan
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang terhormat Bapak Lurah (…)
Yang terhormat Bapak RW/RT( …..)
Yang terhormat Bpk kiai (nama kiai ) yang sengaja diundang
Yang kami sayangi anak-anak sekalia
Hadirin dan hadirat yang terhormat
pidato sambutan
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmat yang dianugerahkan kepada kita semua, sehingga khususnya pada malam hari ini kita semua diberi kenikmatan berupa kesehatan jasmani dan rohani untuk brsama-sama mendengarkan ceramah agama sebagai santapan rohani, dalam rangka mmperingati “Isra’ dan Mi’raj” Nabi Besar Muhammad SAW.
pidato sambutan
Selanjutnya saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap hadirin yang dengan tulus ikhlas sudi meringankan langkah meluangkan waktu, untuk mencari ilmu dengan mendengarkan ceramah agama yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bpk Kyai H. Basuki Abdullah.
contoh pidato sambutan
Hadirin yang mulia, sebagai umat Islam sudah sewajarnya kita mengenal lebih dekat junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Semuany itu semata-mata untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan demikian kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dapat lebih baik menjalankan perintah-Nya sekaligus dapat menjauhi larangan-larangan Allah.
pidato sambutan isra' mi'raj
Atas nama Ketua Panitia peringatan Isra’ Miraj, kami berharap semoga pengetahuan agama khususnya masalah Isra’ Mi’raj ini nantinya benar-benar dapat dihayati oleh hadirin, untuk selanjutanya dapat diamalkan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan.
pidato sambutan
Khusus kepada Bpk Kyai H. Basuki Abdullah kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas keikhlasan Bapak memberikan tambahan wawasan agama pada malam hari ini, semoga amal Bapak tersebut dapat diterima dan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat-ganda. Amin.
pidato sambutan
wa billahitaufiq walhidayah,
Wassalam bilma'af .. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Semoga contoh pidato sambutan ini membantu sobat , lihat juga untuk contoh pidato sambutan selanjutnya..!

Contoh Pidato Wakil Pengantin Wanita Dalam Pesta Pernikahan

Pidato Wakil Pengantin Wanita Dalam Pesta Pernikahan
Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang kami muliakan,
Hadirin dan hadirat yang kami hormati,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera dan salam bahagia kami sampaikan juga kepada hadirin dan hadirat yang beragama lain.
Pertama-tama marilah kita mengucapkan syukur alhamdulillah, atas nikmat dan rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga pada malam yang berbahagia ini kita bisa mengadakan silaturahmi, khususnya dalam rangka ikut serta menyaksikan malam resepsi pernikahan putri kami (nama mempelai wanita) dengan putra anda (nama mempelai pria).

Selanjutany puja dan puji juga kita sampaikan kepada Muhammad SAW junjungan kita, semoga beliau senantiasa di temptakan di sisi Allah SWT sebagai umatnya yang paling mulia. Amin! 
 Contoh Pidato Wakil Pengantin Wanita Dalam Pesta Pernikahan
Atas nama ayahanda putri tercinta (nama mmpelai wanita), yang malam ini duduk berdampingan dengan sang raja sehari (nama mmpelai pria), kami mengucapkan selamat datang kepada rombongan pengantin pria, khususnya selamat datang kepada keluarga besar putra (nama mempelai pria). Semoga itikad baik saudara-saudara itu mendapatkan balasan setimpal dari Allah SWT. Amin! 

Hadirin yang berbahagia, disaksikan hadirin yang malam ini ikut berbahagia menyaksikan perkawinan putra berdua, kami atas nama bapak pulam sekeluarga, dengan seizin Allah SWT, Insya Allah dengan tulus menerima keluarga besar Bapak ( ayah mempelai laki )sebagai keluarga sendiri, sekaligus juga tentunya menerima putr anda (nama mempelai pria) sebagaimana layaknya putra sendiri. Mudah-mudahan hubungan keluarga ini mendapat berkah dari Allah SWT hingga di akhirat kelak. Amin!
 Contoh Pidato Wakil Pengantin Wanita Dalam Pesta Pernikahan
Kepada putranda (nama mempelai pria), sebagai seorang suami tentunya sepenuhnya bertanggung jawab terhadap seorang istri. Oleh sebab itu kami serahkan nanda (nama mmpelai wanita) kepadamu, pergaulilah istrimu sebagaimana engku menggauli dirimu sendiri, kasihilah istrimu sebagaimana kamu mengasihi dirimu sndiri. Insya Allah hidupmu akan bahagia hingga akhir hayat di kandung badan. Amin!
Hadirin yang kami hormati, atas nama keluarga kami juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga, atas ringan kaki, dan berbagai bantuan lainnya, dalam ikut serta berbahagia bersama kami, khususnya dalam rangka ikut mnyaksikan sekaligus memberikan doa restu semoga pengantin yang berbahagia ini senantiasa hidup rukun berdampingan penuh berkah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pemurah. Amin!
Akhirnya, atas nama Bapak Abdullah sekeluarga kami mohon maaf, jika ada sesuatu yang kurang berkenan dalam acara resepsi malam ini.
Billahitaufiq walhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 seperti inilah mohon maaf tas kekurangannya contoh pidato resepsi pernikahan

Contoh Pidato Wakil Pengantin Pria

Contoh Pidato Wakil Pengantin Pria Dalam Pesta Pernikahan
 
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Ibu-ibu, Bapak-bapak, yang kami hormati,
serta hadirin hadirat yang berbahagia.
 
Contoh Pidato Sambutan
Pada malam resepsi yang berbahagia ini , kami atas nama sohibul hajat, mengajak hadirin untuk bersama-sama bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, atas nikmat yang diberikan kepada kita semua, sehingga pada malam yang berbahgia ini bisa bersama-sama mengahadiri Bapak Musa sekeluarga khususnya dlm rangka melaksanakan resepsi atas nikahnya putri tercinta (nama mempelai wanita) dengan nanda menantu (nama mempelai pria).
Contoh Pidato Wakil Pengantin Pria
Yang kedua patut kiranya kita memanjatkan puja dan puji kpd Allah, sekaligus memanjatkan doa semoga junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW mendapat tempat yang paling mulia disisi-Nya.
Hadiri yang mulia, sebagaimana disebutkan tadi, bahwa pada malam ini ialah malam resepsi prnikahan putri kami (nama mempelai wanita) dengan putra (nama mempelai pria), maka 
alhamdulillah pernikahan tersebut secara resmi dilaksanakan pada siang hari tadi dengan selamat.
Hadirin yang berbahagia atas nama keluarga pengantin pria, mewakili ayahanda putra (nama mempelai pria), kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan kepada rombongan kami, yang dengan ringan kaki penuh dengan keikhlasan ikut mengantarkan putra (nama mmpelai pria) memenuhi itikad baik untuk malam ini brsanding bak raja sehari dengan putri Bapak pulan sekeluarga yakni pengantin putri (nama mempelai wanita), yang sudah barang tentu malam ini bersanding dengan putra bagus basuki bak ratu sehari.
Sebagai orang tua, sekaligus atas nama ayahanda Bagus ( ayah mempelai pria ) sekeluarga, sesuai dengan amanat yang kami bawa, maka kami pada malam ini menyerahkan putra ( nama meepelai pria) kepada bapak ( ayah mepelai wanita ) sekeluarga, untuk diakui sebagaimana layaknya putra sendiri. Untuk itu sepenuhnya kami persilahkan Bapak dengan ikhlas menerimanya, sekaligus menerima kami sebagai keluarga besar Bapak, sebagaimana kami juga menerima keluarag Besar pulan sebagai keluarga besar kami sendiri. 

Sebagai orang tua, kepada pengantin berdua kami hanya berpesan, berbahagialah kalian, namun ingatlah bahwa masih banyak amalan sebagai seorang suami dan seorang istri yang harus dihadapi sehari-hari. Oleh sebab itu hendaknya rasa syukur malam ini hendaknya kalian pakai sebagai pedoman bukan justru untuk lupa diri, namun sebaliknya malam untuk mawas diri.

Semoga bahtera hidup kalian senantiasa terbentuk di jalan Allah, senantiasa dalam lindungan Allah, dan senantiasa dlm rahmat dan ridla Allah SWT. Amin !
Contoh Pidato Wakil Pengantin Pria
Bapak Pulan sekeluarga yang kami hormati, kiranya ini saja dulu amanat dari ayahanda putra (nama mempelai pria) yang merupakan amanat, telah kami sampaikan dengan penuh rasa ikhlas. Semoga Bapak pulan berkenan.
Hadirin yang kami hormati , akhirnya marilah kita doakan mempelai berdua, semoga apa yang diinginkannya senantiasa tercapai di atas ridla Allah SWT. Amin !

Billahitaufiqwalhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 
 seperti inilah mohon maaf bila kurang pas contoh pidato resepsi pernikahan