Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Tujuan Pendidikan

 Tujuan Pendidikan
pendidikan dapat dipandang sebagai aplikasi pemikiran filsafi dan seorang filosuf bergerak selaras dengan jalan dan dasar pemikirannya, sistem pendidikan al-Ghozali pun sejalan dengan dasar pemikiran filsafinya yang mengarah pada tujuan yang jelas. Dengan demikian sestem pendidikan haruslah mempunyai filsafat yang mengarah kepada tujuan tertentu.
Ghozali melukiskan tujuan pendidikan sesuai dengan pandangan hidupnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu sesuai dengan filsafatnya, yakni memberi petunjuk akhlak dan pembersihan jiwa dengan maksud di balik itu membentuk individu-individu yang tertandai dengan sifat-sifat utama dan takwa. Dengan ini pula keutamaan itu akan merata dalam masyarakat. 

Tujuan Pendidikan

artikel Tujuan Pendidikan

Munzir Hitami berpendapat bahwa tujuan pendidikan tidak terlepas dari tujuan hidup manusia, biarpun dipengaruhi oleh berbagai budaya, pandangan hidup, atau keinginan-keinginan lainnya. Bila dilihat dari ayat-ayat al Qur’an ataupun hadits yang mengisyaratkan tujuan hidup manusia yang sekaligus menjadi tujuan pendidikan, terdapat beberapa macam tujuan, termasuk tujuan yang bersifat teleologik itu sebagai berbau mistik dan takhayul dapat dipahami karena mereka menganut konsep konsep ontologi positivistik yang mendasar kebenaran hanya kepada empiris sensual, yakni sesuatu yang teramati dan terukur. 

Artikel tentang tujuan pendidikan

apa tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan menurut imam Gozali
Menurut al-Ghozali pendekatan diri kepada allah merupakan tujuan dari pendidikan. Orang dapat mendekatkan diri kepada allah hanya setelah mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu itu sendiri tidak dapat diperoleh menusia kecuali melalaui pengajaran.

Selanjutnya al-Ghozali membagi tujuan pendidikan menjadi dua :
1.        Tujuan jangka panjang
Tujuan pendidikan jangka panjang ialah pendekatan diri kepada allah. Pendidikan dalam prosesnya harus mengarahkan manusia menuju pengenalan dan kemudian pendekatan diri Tuhan Pencipta Alam.
2.        Tujuan Jangka Pendek
Menurut al-Ghozali tujuan jangka pendek ialah diraihnya profesi manusia sesuai sengan bakat dan kemampuannya. Syarat untuk mencapai itu manusia mengembangkan ilmu pengetahuan baik yang termasuk fardhu ‘ain maupun yang fardhu kifayat.
Dr. Zakiyah Daradjat membagi tujuan pendidikan menjadi empat, yaitu :
  • Tujuan Umum

tujuan pendidikan indonesia

tujuan pendidikan

Tujuan umum adalah tujuan yang akan di capai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran maupun dengan cara yang lain. Tujuan itu meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi aspek keamusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan dan pandangan. Tujuan umum ini berbeda pada setiap tingkat umur, kecerdasan, situasia dan kodisi, dengan kerangka yang sama. Bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar pada pribadi seseorang yang sudah dididik, walaupun dalam ukuran kecil dan mutu yang rendah, sesuai dengan tingkat-tingkat tersebut. Cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan adalah pengajaran. Karena itu pengajaran sering di identifikasiakan dengan pendidikan meskipun sebenarnya artinya tidak sama. Pengajaran ialah proses membuat jadi terpelajar, mengerti, menguasai, ahli, belum tentu menghayati dan meyakini. Sedang pendidikan adalah menjadikan orang menjadi terdidik (mempribadi, menjadi kebiasaan). Maka pengajaran agama seharusnya mencapai tujuan agama.

Tujuan pendidikan umum harus dikaitkan dengan tujuan pendidikan nasional Negara tempat pendidikan islam itu dilaksanakan. Tujuan umum itu tidak dapat dicapai kecuali setelah melalui proses pengajaran, pengalaman, pembiasaan, penghayatan, dan keyakinan akan kebenarannya.

  • Tujuan Akhir
Pendidikan islam itu berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun, bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Perasaan, lingkungan, dan pengalaman dapat mempengaruhinya. Karena itu pendidikan islam berlaku selama hidup untuk menumbuhkan, memupuk, mengembangkan, memelihara, dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah di capai. Bahkan orang yang takwa dalam bentuk insan kamil masih perlu pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan, setidaknya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang. Tujuan akhir dari pendidikan dapat dipahami dalam firman Allah sbb :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.  
  • Tujuan Sementara
Tujuan sementara adalah tujuan yang akan di capai setelah anak didik di beri sejumlah pengalaman tertentu yang di rencanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Tujuan operasional dalam bentuk tujuan instruksional yang di kembangkan menjadi tujuan instruksional umum dan khusus dan dianggap tujuan sementara dengan sifat yang agak berbeda.

Pada tujuan sementara bentuk insan kamil dengan pola takwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana, sekurang-kurangnya beberapa cirri pokok sudah kelihatan pada pribadi anak didik tjuan pendidikan islam seolah-olah merupakan suatu lingkaran yang kecil. Semakin tinggi tingkatan pendidikannya, lingkaran tersebut semakin besar.

Sejak tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar, gambaran insan kamil itu seharusnya sudah kelihatan. Karena itu setiap lembaga pendidikan islam harus dapat merumuskan tujuan pendidikan islam sesuai dengan tingkatan jenis pendidikannya.

  •  Tujuan Operasional
Tujuan operasional ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Satu unit kegiatan pendidikan dengan bahan-bahan yang sudah sipersiapkan dan diperkirakan akan mencapai tujuan tertentu disebut tujuan operasional. Dalam tujuan operasional ini lebih banyak dituntut dari anak didik suatu kemampuan dan keterampilan tertentu. Sifat operasionalnya lebih di tonjolkan dari sifat penghayatan dan kepribadian. Dalam pendidikan hal ini terutama berkaitan dengan kegiatan lahiriyah, seperti bacaan dan kaifiyat salat, akhlak dan tingkah laku. Pada masa permulaan yang terpenting adalah anak mampu dan terampil berbuat. Kemampuan dan ketermpilan yang dituntut pada anak didik, merupakan sebagian kemampuan dan keterampilan insan kamil dalalm ukuran anak, yang menuju kepada bentuk insan kamil yang sempurna. Sehingga nantinya dapat memelihara dan mengembangkan fitrah dan sumber daya manusia menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil) yakni manusia berkualitas sesuai dengan pandangan islam. 

Maksut dan tujuan dari pendidikan dan pengajaran bukanlah memenuhi otak anak didik dengan segala macam ilmu yang belum di ketahui oleh mereka. Tetapi maksutnya ialah mendidik akhlak dan jiwa mereka, menanamkan rasa fadhilah (keutamaan) membiasakaan mereka dengan kesopanan yang tinggi serta mempersiapakan mereka untuka masuk dalam kehidupan yang suci seluruhnya ikhlasa dan jujur. Maka tujuan dari pendidikan ialah mendidik budi pekerti dan penddikan jiwa. Setiap pelajaran hendaknya mengandung pelajaran akhlak dan setiap guru juga hendaknya memperhatkan akhlak dan mendahulukan akhlak sebelum yang lainnya.

Refrensi makalah tujuan pendidikan :

Achmadi, Ideolgi Pendidikan Islam, Pustaka Pelajar 2005
Al-abrasy, Muhammad ‘Athijab, Dasar-Dasar Pendidikan Islam, Jakarta Bulan Bintang, 1970
Daradjat, Zakiyah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta Bumi Akasara, 2004

ini adalah hasil tugas kuliah membuat makalah tentang tujuan pendidikan .semoga bermanfaat

Tips Agar Mudah Belajar Bahasa Inggris

 Tips Mudah Belajar Bahasa Inggris

Saya pernah ngobrol dengan seorang siswa dan ku tanya, “Suka pelajaran bahasa inggris de’?” dengan tegas iya menjawab, “wow… jangan ditanya lagi ka’, pelajaran itu merupakan bom”
Kok’ bisa bilang bom? Katanya ”pelajaran itu yang paling mematikan karna  membuat resah. Tulisannya beda bacanyapun juga beda, buat bingung saja. Ditambah lagi pronounce(pengucapan) in paling susah”.
Inilah problema yang kini dihadapi pelajar, termasuk saya sendiri. Di era globalisasi kita dituntut untuk mengusai bahasa inggris. Namun disisi lain kesulitan untuk menguasai bahasa tersebut, tapi itu bukan alasan untuk tidak belajar bahasa inggris. Nah untuk itu, saya akan memberikan beberapa fakta, begitu pentingnya bahasa inggris?
1. Pada tahun 2008 UNM (Universitas Negeri Makassar) mendirikan kelas International yang kali pertamanya di Indonesia yang merupakan permintaan dari pemerintah untuk merekrut  tenaga pengajar sebagai bakal calon pendidik di sekolah RSBI/SBI.
2. Bagi anda yang yang bercita-cita melanjutkan S2 di perguruan tinggi ternama misalanya ITB. syaratnya anda harus lulus TOEFL,  untuk lulus TOEFL kan butuh bahasa inggris. Ini salah satu permasalahan yang dihadapi teman saya. Bayangkan dia memiliki IP 3,8 ditambah lagi skiripsi yang ia sususun mendapat nilai 4, wah luar biasa, hebatkan!!!! tapi sayang, impiannya untuk lanjut di ITB hanyalah sekedar mimpi. Dia terhambat dikarnakan pengusaan bahasa inggris yang masih kurang.
3. Guru sekarang dituntuk untuk mampu berbahasa inggris, bahkan pemerintah menyewa tenaga pengajar. Ini sudah membuktikan betapa pentingnya bahasa inggris.
4. Saya sendiri juga merasakannya, beberapa tawaran pekerjaan . Hanya duduk “rewrite artikel dalam bahasa inggris sudah bisa menghasilkan uang”.
5. Mungkin ada yang bermimipi menjadi Putri Indonesia, Miss Universe mungkin. Dengan penguasaan bahasa inggris itu bisa menjadi nyata. Sudah terbukti, saya bisa menjadi salah satu finalis Putri Indonesia Sul-sel berkat kemampuan berbahasa inggris.
Untuk itu, mulai sekarang jangan memnganggap bahasa inggris sebagai BOM. heheeheh!!!!!
Okelah kalau begitu. Saya akan memberikan beberapa tips cara mudah belajar bahasa inggris :
1. Sesulit apapun itu, ketika di jalani dengan cinta dan ketulusan pasti akan terasa mudah. Begitupun dengan bahasa inggris. Untuk itu cintai terlebih dahulu sebelum anda mempelajari bahasa inggris.
2. Jangan pernah malu untuk mempraktikan bahasa inggris anda, misalnya speaking with your self (bercakap dengan diri sendiri) di depan cermin misalnya atau dengan dengan teman(jangan malu dikatakan orang gila). Contoh sederhana, orang bugis, toraja, jawa dan bahasa-bahasa lainnya. Dengan pasifnya bercakap, dikarnakan menjadikan bahasa itu salah satu bahasa mereka. begitupun dengan bahasa inggris.
3. Tulis beberapa vocabulary di kertas kemudian tempel di dinding, tepat di depan tempat tidur anda agar bisa setiap saat dapat dilihat dan diingat , ini akan mempermudah anda untuk menghafal vocab.
4. Buat schedule, misalnya untuk menambah perbendarahan kata menghafal  minimal 5 kata baru tiap hari. Jadikan hafalan anda itu sebagai pengantar tidur, dan penyambut pagi anda(dihafalkan sebelum dan saat bangun pagi).
5. Bagi anda yang suka tulis diary, anda bisa tuangkan dengan menuis dalam bahasa inggris
6. Yang utama dan terutama anda harus memilki kamus. Sekarang kan sudah zaman modern, anad bisa mendownload aplikasi kamus bahasa inggris di hp anda, jadi mempermudah bukan. kamus bisa dibawa kemana-mana dan dapat digunakan dimana saja.
7. Ini juga dapat membantu anda. Buatlah kelompok, pecinta bahasa inggris misalnya atau anda bisa join di English meeting club. Sekarang sudah banyak, bisa search di facebook. Dengan English club anda dapat mempraktekan bahasa inggris anda, membuat permainan dengan menggunakan bahasa inggris.
8. Era globalisasi semuanya serba cepat, bahkan jarak dan waktu sudah tidak terbatas dengan adanya social network misalnya. Facebook atau twitter bisa anda manfaatkan juga donk, misanya chating dengan teman dari Negara lain atau video call. Ini akan sangat membantu baik dari segi writing, listening, and grammer anda.
 Nah itiu tips mencintai belajar nya dan kembangkan untu belajar yang lainnya seperti pelajaran falak / Astronmi  atau matematika dan sebagainya

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Berkarakter

apa sih Tujuan dan Fungsi Pendidikan Berkarakter  ??
pasti yang belum jadi guru atau baru dalam dunia pendidikan pasti masih bingung apa tujuan dan fungsi pendidikan berkarakter . nah disini saya mencoba ngeshare artikel tentang pendidikan berkarakter...
 Tujuan dan Fungsi Pendidikan Berkarakter
Fungsi dan tujuan pendidikan tertuang dalam Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yaitu : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, sehat, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Pendidikan  adalah sebuah proses untuk mengubah jati diri peserta didik untuk lebih maju. menurut para ahli ada beberapa pengertian yang mengupas tentang definisi dari pendidikan itu sendiri diantaranya adalah menurut John Dewey, pendidikan adalah merupakan salah satu proses pembaharuan makna pengalaman.
sedangkan menurut salah seorang pakar pendidikan Darmawan Iskandar,  pendidikan merupakan proses yang terjadi secara terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada Tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
nilai-nilai pendidikan sendiri adalah suatu makna dan ukuran yang tepat dan akurat yang mempengaruhi adanya pendidikan itu sendiri. diantara Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter Bangsa,  ada 18 unsur dan nilai yang mana diantaranya adalah
1.    Religius;
2.    Jujur;
3.    Toleransi;
4.    Disiplin;
5.    Kerja Keras;
6.    Kreatif;
7.    Mandiri;
8.    Demokratis;
9.    Rasa Ingin Tahu;
10.    Semangat Kebangsaan;
11.    Cinta Tanah Air;
12.    Menghargai Prestasi;
13.    Bersahabat/Komuniktif;
14.    Cinta Damai;
15.    Gemar Membaca;
16.    Peduli Lingkungan;
17.    Peduli Sosial, dan
18.    Tanggung Jawab.
Sedangkan menurut Menurut UU no 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter bangsa yang bermartabat. Ada 9 pilar pendidikan berkarakter, diantaranya adalah:
1.    Cinta Tuhan dan segenap ciptaannya
2.    Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian
3.    Kejujuran /amanah dan kearifan
4.    Hormat dan santun
5.    Dermawan, suka menolong dan gotong royong/ kerjasama
6.    Percaya diri, kreatif dan bekerja keras
7.    Kepemimpinan dan keadilan
8.    Baik dan rendah hati
9.    Toleransi kedamaian dan kesatuan
Adapun Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik, yang antara lain meliputi:
1.    Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja;
2.    Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri;
3.    Menunjukkan sikap percaya diri;
4.    Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas;
5.    Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional;
6.    Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif;
7.    Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif;
8.    Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya;
9.    Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari;
10.    Mendeskripsikan gejala alam dan sosial;
11.    Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab;
12.    Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia;
13.    Menghargai karya seni dan budaya nasional;
14.    Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya;
15.    Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik;
16.    Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun;
17.    Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat; Menghargai adanya perbedaan pendapat;
18.    Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana;
19.    Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana;
20.    Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah;
21.    Memiliki jiwa kewirausahaan.

cara membuat judul skrifsi yang bagus

yang perlu dijadikan pokok adalah dibawah ini
1. judul skripsi yang dibuat harus mencerminkan isi keseluruhan skripsi kita.

2. usahakan judul skripsi yang kita buat menjawab pertanyaan ataupun menawarkan sebuah jawaban.

3. hendaknya judul skripsi pun dibuat dengan memperhatikan jumlah kata yang efektif dalam tata cara penulisan skripsi (ingat setiap perguruan tinggi ada beberapa hal yang berbeda dalam penulisannya) sehingga judul dapat di mengerti oleh pembahas.

4. judul skripsi pun dibuat dengan mempertimbangkan berita atau keadaan yang lagi tren di setiap jurusan yang anda dalami.
bila masih kurang jelas kita konsulkan ke sahabat atau teman yang sudah ahli dibidang skripsi

Latar belakang muncul filsafat pendidikan

apa sih latar belakang munculnya filsafat pendidikan !
ini jawabnya :
  • Pentingnya filsafat pendidikan
     Filsafat pendidikan penting untuk mengarah kepada perbaikan, kemajuan, keteguhan dan dasar pendidikan.karena suatu sistem pendidikan tidak akan tumbuh, berkembang, dan selaras dengan kemajuan tanpa pemikiran filsafat yang diiringi dengan pembaharuan daya cipta di dunia yang selalu berhadapan dengan ilmu dan teknologi. Kemajuan sulit dicapai apabila muncul pertanyaan seperti ini : untuk apa mengajar dan bagai mana kita mengajar ? jawaban tersebut memerlukan filsafat.
Kegunaan Filsafat dalam Plaksanaan Pendidikan
a.       Filsafat pendidikan berguna
-          Membantu perancangan dan pelaksanaan pendidikan.
-          Memberi arah dalam menentukan tujuan pendidikan dan fungsinya serta meningkatkan mutu pendidikan.
b.      membentuk asas yang akan menentukan pandangan kajian yang umum dan khusus.
c.       Fisafat pendidikan berguna sebagai sandaran intelektual guru, siswa, dan yang berperan dalam dununia pendidikan
      Filsafat selalu mencari hakekat segala sesuatu. Ini berarti yang paling utama bagi fisafat adalah mempelajari kebenaran sesuatu itu. Sepanjang zaman filsafat menjadi dasar manusia yang utama bagi manusia edalam mengatur diri sendiri, mengikuti,dan menyesuaikan denagan perkembangan serta tautan keadaan. Atas peranan filsafat itulah, manusia mampu mengenal dirinya dan menegakkan eksistensinya di dalam lingkungan, pendidikan, dan kebudayaan.
Arti Pendidikan
    Filsafat merupakan pandangan hidup yang ikut serta menentukan arah dan tujuan pendidikn. Sedangkan pendidikan sendiri hakekatnya merupakan peroses warisan nilai-nilai filsafat ,jadi dapat disimpulkan bahwa pilsafat dengan ilmu mempunyai hubungan yang erat.
Para tokoh berbeda dalam mendefenisikan pendidikan tapi dapat ditarik simpulan bahwa pendidikan adalah suatu peroses perubahan sikap dan tingkah laku untuk menyatakan potensi manusia.
Para tokoh berbeda dalam mendefenisikan pendidikan tapi dapat ditarik simpulan bahwa pendidikan adalah suatu peroses perubahan sikap dan tingkah laku untuk menyatakan potensi manusia.

Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam

Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam
Ada  beberapa prinsip yang harus di perhatikan dalam evaluasi pendidikan Islam,antara lain : 
  • Prinsip kontiniutas (kesinambungan)Bila aktivitas pendidikan Islam di pandang sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, maka evaluasi pendidikannya pun harus di lakukan secara kontinu. Prinsip ini selaras dengan ajaran istiqomah dalam Islam, yaitu setiap umat Islam hendaknya tetap tegak beriman kepada Allah, yang di wujudkan dengan senantiasa mempelajari Islam, mengamalkannya, serta tetap membela tegaknya agama Islam, sungguhpun terdapat berbagai tantangan yang senantiasa di hadapinya.
  • Prinsip menyeluruh                  
      Evaluasi itu harus di lakukan secara menyeluruh (komprehensif), meliputi  berbagai aspek kehidupan anak didik, baik yang menyangkut iman, ilmu maupun amalnya. Ini di lakukan karena umat Islam memang di suruh untuk mempelajari, memahami, serta mengamalkan Islam secara menyeluruh. Seperti firman Allah dalam Q.S. Al Baqarah ayat 208 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
 artinya ;
                “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”.
Dan sebagai guru perlu mengedepankan sifat kasih saying dan rasa hilim terhadap murid juga hendaknya bila menyuruh kepada hal yang baik maka hendaklah denagan cara yang baik pula.

  • Prinsip objektivitas
Objektif dalam arti bahwa evaluasi itu di laksanakan dengan sebaik-baiknya, berdasarkan fakta dan data yang ada tanpa di pengaruhi oleh unsur-unsur subjektifitas dari evaluator.

  • Valid
Prinsip ini sangatlah penting bagi pelaksanaan evaluasi, karena perisip memberikan informasi yang benar. Sehingga tidak akan terjadi kesalah pahaman mengenai pendidikan Islam.

  • Mendidik      
Evaluasi ini di lakukan agar peserta didik belajar dan pendidik juga mengajar dengan lebih baik.
6. Berorientasi pada kompetensi
Dengan evaluasi, kompetensi dasar peserta didik akan dapat di ketahui. Seberapa jauhkah anak menguasai materi yang telah di ajarkan. 
  • Terbuka 
Dalam prinsip ini, prosedur, kriteria, dan dasar pengambilan keputusan penilaian terbuka bagi siapa saja.
8. Bermakna
 Evaluasi yang di laksanakan harus memiliki arti dan manfaat bagi peserta didik, guru, dan orang tua.

Latar Belakang Faham Liberalisme Masuk Ketubuh Islam

Allah menjadikan pada setiap zaman para ulama sebagai penerua para anbia adalah merupakan rohmat dan anugrah bagi kita . Para ulama tersebut memberi pandangan positif orang-orang yang lari dari koridor agama ke jalan

yang lurus yakni agama islam membawa mereka dari kegelapan menuju cahaya . Dan menghidupkan orang-orang yang mati hatinya kepada ajaran agama . Umat ini senantiasa dirahmati oleh Allah ketika
berpegang teguh dengan ilmu dan terikat erat dengan para ulama . Hal ini terlihat sekali pada zaman
genarasi-genarasi terbaik atau disebut pada masa keemasan islam , semasa hidup Rasulullah saw pada zaman sahabat, tabi’in, dan masa-masa berikutinya.  Kemudian datanglah setelah generasi tadi genarasi-
generasi belakangan yang menjauh dari etika dan penghormatan terhadap ulama dan lebih cenderung kepada orang-orang yang mereka disebut ” para pemikiran Islam” atau “ cendikiawa Muslim”. Buah pahit yang dirasakan dari ini adalah dicabutnya rahmat Allah swt dnegan timbulnya perpecahan di dalam tubuh kaum muslimin sebagai akibat berbeda-bedanya pemikiran- pemikiran islami yang ada . 

Yang sangat disayangkan istilah ” pemikiran Islami ”atau “fikroh Islamiyah” hingga hari ini masih banyak dipakai di kalangan kaum muslismin dalamtulisan-tulisan dan pembicaraan mereka . Sejarah  Liberalisme sebagai paham sesungguhnya sudah lama ada , seiring dengan proses penerjemahan buku-buku filsafat Yunani, Persia dan India ke dalam bahasa Arab atas perintah al-Makmum. Sejak itu, seruan kepada wihdatul adyan (penyatuan Agama) dan penisbatan nilai-nilai Agama sudah terdengar. 

Penganut paham pluralis ini mengambil patokan tahun 1798 sebagai tonggak berdirinya paham Liberal. Pada tahun 1978 Napoleon Bonaparte menancapkan kukunya di Mesir. Tahun itu sangat bersejarah
sehingga Bernard Lewis menyebutnya sebagai  “ a water shed in history” dan “the firs shock to
Islamic complacency, the first impulse to westernization and reform (lewis 1963: 34) 

para sejarawan menyebutkan kedatangan Napoleon di Mesir merupakan tonggak penting bagi Muslim Liberal dan juga bagi bangsa Eropa. Bagi kaum Muslim Liberal, kedatangan itu membuka mata mereka, betapa tentara Eropa yang modern mampu menaklukkan dan menguasai jantung Islam . Bagi orang Eropa, kedatangan  itu menyadarkan betapa mudah menaklukkan sebuah peradaban yang di masa silam
begitu Berjaya dan sulit ditaklukkan . Begitu pentingnya tahun 1798 ini hingga Albert Hourani, sejarawan Inggris keturunan Libanon, menjadikan sebagai awal era Liberal bagi bangsa Arab dan kaum Muslimin.
Seperti yang telah dijelaskan dalam bukunya, Arabic thought in the liberal age.

Kedatangan Napoleon ke Mesir bukan sekedar invasi militer, melainkan juga titik awal westernisasi bangsa
Arab dan kaum Muslimin. Hourani ini menjadikan era liberal sebagai rujukan masa kebangkitan islam di dunia modern.

Pemikiran liberal masuk kedalam tubuh kaummuslimin melalui para penjajah colonial . Kemudian disambut orang-orang yang terperangah dengan moderen .

Pengertian , fungsi,peran filsafat pendidikan

Pengertian,fungsi,peran filsafat pendidikan ?

Filsafat pendidikan    

1. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan
Pentingnya filsafat
2. Filsafat pendidikan pelu dipelajari sebab, dengan filsafat kita bisa memilih teori dan metode yang sesui, dengan filsafat kita bisa lebih kritik dalam ilmu, dan bisa memahai konsep ilmu dengan jelas, dan sebagainya

3. Peranan Filsafat Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu Pendidikan,Tujuan filsafat pendidikan memberikan inspirasi bagaimana mengorganisasikan proses pembelajaran yang ideal. Teori pendidikan bertujuan menghasilkan pemikiran tentang kebijakan dan prinsip-rinsip pendidikan yang didasari oleh filsafat pendidikan. Praktik pendidikan atau proses pendidikan menerapkan serangkaian kegiatan berupa implementasi kurikulum dan interaksi antara guru dengan peserta didik guna mencapai tujuan pendidikan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori-teori pendidikan. Peranan filsafat pendidikan memberikan inspirasi, yakni menyatakan tujuan pendidikan negara bagi masyarakat, memberikan arah yang jelas dan tepat dengan mengajukan pertanyaan tentang kebijakan pendidikan dan praktik di lapangan dengan menggunakan rambu-rambu dari teori pendidik. Seorang guru perlu menguasai konsep-konsep yang akan dikaji serta pedagogi atau ilmu dan seni mengajar materi subyek terkait, agar tidak terjadi salah konsep atau miskonsepsi pada diri peserta didik.
4. Manfaat pendidikan , Secara umum manfaat pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup bagi peserta didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara. Jika hal itu dapat dicapai, maka faktor ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan yang sudah ada dapat diturunkan, yang berarti produktivitas nasional akan meningkat secara bertahap.
Tujuan pendidikan, ecara umum pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya di masa datang . Secara khusus pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup bertujuan untuk :
mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan proplem yang dihadapi.
merancang pendidikan agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupan dimas mendatang.
memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan prinsip pedidikan berbasis luas.
mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan sekolah, dengan memberi peluang pemanfaatan sumberdaya yang ada di masyarakat, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.
Isi pendidikan, mencerdaskan warga Negara sesui dengan potensi atau pirah manusia
Fungsi filsafat Pendidikan
5. Fungsi filsafat pendidikan,

Memahami persoalan pendidikan secara umum,merumuskanya dalam gambaran pokok sebagai pelengkap yang ada dan hubungannya dengan factor lain.
Penetu arah dan pedoman
Memberi norma dan pertimbangan
Filsafat memberikan landasan yang mendasar bagi perkembangan ilmu
Ilmu memberikan bahan untuk berbagai pemikiran para filsuf.
Pengembangan Kurikulum merupakan salah satu aplikasi dari ilmu yang telah dikaji Sehingga harapan terbesar semuanya dapat membantu manusia dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
SEMOGA  artikel tentang PENGERTIAN FILSAFAT  ini membantu saudara


Pengertian Pengajaran ( Defenisi Pengajaran )

Pengajaran-Para ahli berpendapat bahwa pendidikan tidak sama dengan pengajaran. Ada yang berpendpat bahwa pendidika lebih luas dari pada pengarajaran ada juga yang menagtkan pendidikan adalah uasaha pengembangan aspek rohani manusia, sedangkan pengajaran aspek jasmani dan akal saja.Bagaimana duduk persoalannya?

guru besar IKIP BAndung, pernah menjelaskan msalah ini dalam tulisannya. Mneurut pendapatnya, mendiidk dalam arti pedagogis tidak dapt disamakan denganpengertian mengajar.Pengajaran meurut pendapatnya adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak, mengenai segi kognitif dan psikomotor semata-mata, yait supaya anak lebih banyak pengetahuaany, lebih cakap berpikir kritis, sistematis da obyektif serta trampil dalam mengerjakan sesuatu.Tujuan pengajaran lebih mudah dari pada tujuan pendidikan.

Uraian ini agak membingungkan.pada satu pihak , ia mengatakan bahwa mendidik tidak sama dengan mengajar. Tetapi pada pihak lain mendidik itu bertujuan mengembangkan seluruh aspek kepribadian. K.H Dewantoro berpendapat bahwa pengajaran itu adalah sebagian dari pendidikan. Ia menyatakan sebagai berikut” pengajaran (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan kecakapan ”.

Tidak terdapat perbedaan yang mendasar antara pendapat Sikun Pribadi dan pendapat Dewantoro.Menurut mereka mendidik ialah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam menuju kedewasaannya.Salah satu di antara sekian banyak usaha yang dapat dilakukan ialah dengan mengajar. Usaha lain umpamanya memberikan contoh yang baik member hukuman, hadiah,dan sebagainya.

Sekalipun pengertian pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh Sikun Pribadi dan Dewantoro tersebut hanya berlaku bagi pendidikan yang melibatkan guru (si pendidik), namun pengertian itu dapat dipakai, sekurang-kurangnya untuk menentukan pengertian pendidikan dalam arti sempit.

Setelahmengenal sietem dan pengajaran maka selanjutnya kita membahas bahwa yang disebut system pengajarn ialah :

Gagne dalam atwi suparman mengatakan bahwa : system pengajaran adalah suatu set peristiwa mempengaruhi siswa sehingga terjadinya proses belajar . proses belajar yang dilakukan siswa bisa digerakkan olh guru yang dikenal dengan pengajaran bisa juga dilakukan sendiri oleh siswa dengan menggunakan sumber-sumber belajar seperti : nara sumber yang ahli dibidangnya masing-masing buku,  gambar, program televise, dan internet.

Kegiatan pengajaran sebagai suatu system terdapat sub system sebagai berikut : siswa, guru, tujuan, bahan , strategi pengajar, dan evaluasi.
Pengertian lain mengenai system pengajaran dan komponen-komponen system pengajaran dikemukakan oleh umar hamalik yang meliputi unsure-unsur manusiawi, material , fasilitas , perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan . 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem pengajaran adalah suatu kombinasi terprganisasi yng meliputi unsure-unsur manusiawi material , fasilitas, perlngakapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai sesuatu tujuan serta sebagain panduan dalam rangaka perencanaan dan penyelenggaraan pengajaran.

Contoh Judul Skripsi

 Contoh Judul skripsi PAI
diabawah ini ada contoh skrifsi jurusan pendidikan agama islam . silahkan pilih salah satunya :


1.      Nilai-Nilai Pendidikan Pada Hadist Arbai’n An-Nawawiyah

2.      Pengaruh Strategi Critical Incident (Pengalaman Penting) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Mts. (Tempat Yg Mau Diteliti )

3.      Konsep Pendidikan Integral Perspektif Pemikiran Pendidikan Muhammad Natsir

4.      Korelasi Model Pembelajaran Out Bound Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Aqidah Akhlak Di Sd (Tempat Yg Mau Diteliti )

5.      Pengaruh Komite Sekolah Terhadap Peningkatan Bakat Siswa Pada Bidang Studi Al-Qur`An Hadits Di Min (Tempat Yg Mau Diteliti

6.       Peran Guru Pai Dalam Menanggulangi Kemerosotan Moral Siswa Korban Miras Di Man (Tempat Yg Mau Diteliti )

7.      Urgensi Aktivitas Keagamaan Dalam Meningkatkan Pemahaman Tentang Konsep Diri Penderita Kusta Di Desa (Tempat Yg Mau Diteliti )

8.      Pengaruh Penggunaan Metode Pumping Student Terhadap Prestasi Belajar Pai Siswa Di Smp Negeri (Tempat Yg Mau Diteliti )

9.      Pengaruh Implementasi The Learning Cell Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas Xi Ipa Sma (Tempat Yg Mau Diteliti )

10.  Pengaruh Model Pembelajaran Non-Directive Terhadap Keberhasilan Belajar Siswa Pada Proses Pembelajaran Aqidah Akhlak Di (Tempat Yg Mau Diteliti )

11.  Pengaruh Strategi Spiritual Teaching Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas Viii Di Smp (Tempat Yg Mau Diteliti )11. Nisiatif Guru Agama Dalam Menumbuhkan Kreativitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas Xi Di (Tempat Yg Mau Diteliti )

12.  Pengaruh Model Pembelajaran Advance Organizer Pada Materi Pai Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Di Sma Negeri (Tempat Yg Mau Diteliti )13. Problematika Pendidikan Akhlak Dan Upaya Mengatasinya Di Madrasah Aliyah (Tempat Yg Mau Diteliti )

13.  Pemanfaatan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Al Qur`An Di Ma’had (Tempat Yg Mau Diteliti )

14.   Implementasi Metode Team Teaching Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pai) Kelas 6 Di Sdn (Tempat Yg Mau Diteliti )

15.   Pendekatan Belajar Konstruktivisme Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pai)

16.   Hubungan Antara Hafalan Al-Qur`An (Juz `Amma) Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas Xi Pada Bidang Studi Al-Qur`An Hadits Di Man (Tempat Yg Mau Diteliti )

17.  Studi Korelasi Teori Belajar Sibernetik Dalam Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pai) Di Smp (Tempat Yg Mau Diteliti )

18.  Konsep Metode Pendidikan Islam (Studi Pemikiran Prof. Dr. H.M. Quraish Shihab, Ma)

19.  Profesionalisasi Guru Pai Melalui Jalur Pendidikan Profesi Guru

20.  Konsep Pendidikan Islam Perspektif Mahmud Yunus
 contoh judul skripsi jurusan pendidikan agama islam (PAI) ini di ambil dari berbagai sumber...


Bentuk Perhatian Orang Tua terhadap Belajar Anak

   Perhatian orang tua, terutama dalam hal pendidikan anak sangatlah diperlukan. Terlebih lagi yang harus difokuskan adatlah perhatian orang tua terhadap aktivitas belajar yang dilakukan anak sehari-hari dalam kapasitasnya sebagai pelajar dan penuntut ilmu, yang akan diproyeksikan kelak sebagai pemimpin masa depan. Bentuk perhatian orang tua terhadap belajar anak dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar anak, pemberian motivasi dan penghargaan serta pemenuhan kebutuhan belajar anak.

a.    Pemberian bimbingan dan nasihat

1.    Pemberian bimbingan Belajar 

Bimbingan adalah bantuan yang diberikan orang tua kepada anaknya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Memberikan bimbingan kepada anak merupakan kewajiban orang tua. Hal ini tersirat dalam Al Qur,an dalam surah An Nisaa’ ayat 9 Allah firman:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (9)
Bimbingan belajar terhadap anak berarti pemberian bantuan kepada anak dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, agar anak lebih terarah dalam belajarnya dan bertanggung jawab dalam menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya, serta memiliki potensi yang berkembang secara optimal meliputi semua aspek pribadinya sebagai individu yang potensial.

2.    Memberikan nasihat

Bentuk lain dari perhatian orang tua adalah memberikan nasihat kepada anak. Menasihati anak berarti memberi saran-saran untuk memecahkan suatu masalah, berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pikiran sehat. Nasihat dan petuah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak terhadap kesadaran akan hakikat sesuatu serta mendorong mereka untuk melakukan sesuatu perbuatan yang baik. Betapa pentingnya nasihat orang tua kepada anaknya, sehingga Al Qur’an memberikan contoh, seperti yang terdapat dalam surah Luqman ayat 13 Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (3)ِ



b.    Pengawasan terhadap belajar

Orang tua perlu mengawasi pendidikan anak-anaknya, sebab tanpa adanya pengawasan yang kontinu dari orang tua besar kemungkinan pendidikan anak tidak akan berjalan lancar. Pengawasan orang tua tersebut dalam arti mengontrol atau mengawasi semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengawasan yang diberikan orang tua dimaksudkan sebagai penguat disiplin supaya pendidikan anak tidak terbengkelai, karena terbengkelainya pendidikan seorang anak bukan saja akan merugikan dirinya sendiri, tetapi juga lingkungan hidupnya. 

Pengawasan orang tua terhadap anaknya biasanya lebih diutamakan dalam masalah belajar. Dengan cara ini orang tua akan mengetahui kesulitan apa yang dialami anak, kemunduran atau kemajuan belajar anak, apa saja yang dibutuhkan anak sehubungan dengan aktifitas belajarnya, dan lain-lain. Dengan demikian orang tua dapat membenahisegala sesuatunya hingga akhirnya anak dapat meraih hasil belajar yang maksimal.

Pengawasan orang tua bukanlah berarti pengekangan terhadap kebebasan anak untuk berkreasi tetapi lebih ditekankan pada pengawasan kewajiban anak yang bebas dan bertanggung jawab. Ketika anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penyimpangan, maka orang tua yang bertindak sebagai pengawas harus segera mengingatkan anak akan tanggung jawab yang dipikulnya terutama pada akibat-akibat yang mungkin timbul sebagai efek dari kelalaiannya. Kelalaiannya di sini contohnya adalah ketika anak malas belajar, maka tugas orang tua untuk mengingatkan anak akan kewajiban belajarnya dan memberi pengertian kepada anak akan akibat jika tidak belajar. Dengan demikian anak akan terpacu untuk belajar sehingga prestasi belajarnya akan meningkat.

c.    Pemberian motivasi dan penghargaan



Sebagai pendidik yang utama dan pertama bagi anak, orang tua hendaknya mampu memberikan motivasi dan dorongan. Sebab tugas memotivasi belajar bukan hanya tanggungjawab guru semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak untuk lebih giat belajar. Jika anak tersebut memiliki prestasi yang bagus hendaknya orang tua menasihati kepada anaknya untuk meningkatkan aktivitas belajarnya. Dan untuk mendorong semangat belajar anak hendaknya orang tua mampu memberikan semacam hadiah untuk menambah minat belajar bagi anak itu sendiri. Namun jika prestasi belajar anak itu jelek atau kurang maka tanggung jawab orang tua tersebut adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada anak untuk lebih giat dalam belajar.

Dorongan orang tua kepada anaknya yang berprestasi jelek atau kurang itu sangat diperlukan karena dimungkinkan kurangnya dorongan dari orang tua akan bertambah jelek pula prestasinya dan bahkan akan menimbulkan keputusasaan. Tindakan ini perlu dilakukan oleh orang tua baik kepada anak yang berprestasi baik ataupun kurang baik dari berbagaijenis aktivitas, seperti mengarahkan cara belajar, mengatur waktu belajar dan sebagainya, selama pengarahan dari orang tua itu tidak memberatkananak.

d.    Pemenuhan kebutuhan belajar 

Kebutuhan belajar adalah segala alat dan sarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar anak. kebutuhan tersebut bisa berupa ruang belajar anak, seragam sekolah, buku-buku, alat-alat belajar, dan lain-lain. Pemenuhan kebutuhan belajar ini sangat penting bagi anak, karena akan dapat mempermudah baginya untuk belajar dengan baik. Dalam hal ini Bimo Walgito menyatakan bahwa “semakin lengkap alat-alat pelajarannya, akan semakin dapat orang belajar dengan sebaik-baiknya, sebaliknya kalau alat-alatnya tidak lengkap, maka hal ini merupakan gangguan di dalam proses belajar, sehingga hasilnya akan mengalami gangguan.
Tersedianya fasilitas dan kebutuhan belajar yang memadai akan berdampak positif dalam aktivitas belajar anak. Anak-anak yang tidak terpenuhi kebutuhan belajarnya sering kali tidak memiliki semangat belajar. Lain halnya jika segala kebutuhan belajarnya tercukupi, maka anak tersebut lebih bersemangat dan termotivasi dalam belajar.

1.    Imam Al-Ghazali,Ihya Ulumiddin, Terjemah: Moh. Zuhri Dipl. dkk.2003. Semarang: CV. As Syifa
2.    M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Bandung: Remadja Karya, 1987
3.    W J S Poerwa Darminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1987
4.    http://tabloid@klubguru.com
5.    hadi,Choirul.2009”Kiat mendidik anak menurut islam” tersedia di http://coyhikmat.blog.spot.com





Silahkan sobat baca artikel tentang pendidilkan selanjutnya....!

Peran Orang tua dan Anak dalam Keluarga

Peran Orang tua dan Anak dalam Keluarga
a. Orang  Tua
Keluarga merupakan masyarakat kecil tempat anak melihat cahaya kehidupan pertama, sehingga apapun yang dicurahkan dalam sebuah keluarga akan meninggalkan kesan yang mendalam terhadap watak, pikiran serta sikap dan perilaku anak. Sebab tujuan dalam membina kehidupan keluarga adalah agar dapat melahirkan generasi baru sebagai penerus perjuangan hidup orang tua. Untuk itulah orang tua mempunyai tanggung jawab dan kewajiban dalam pendidikan anak-anaknya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT. dalam surat At-Tahrim (ayat : 6 ) 



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ 
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Setiap orang  tua pasti menginginkan keberhasilan dalam pendidikan anak-anaknya. Keberhasilan tersebut tentunya tidak akan dapat terwujud tanpa adanya usaha dan peran dari orang tua itu sendiri
pelu disadari orang tua adalah kunci suksesnya keluarga baik sukses dalam keharmonisan juga terhadap pola pikir anak sendiri,sebab semua anak terahir dalam suci (firah) dimana anak tergantung kendali orang tua. Anak akan tumbuh dengan sipat dan sikap yang ditanamkan  oleh orang tua terhadap buah hati. Bila sipat dan sikap  yang ditanamkan baik maka anak akan tumbuh berkembang baik dan sebaliknya. 
 orang tua mempunyai peranan yang sangat penting terhadap pembentukan kepribadian anak serta memberikan pengaruh yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikannya. Salah satu dari peranan orang tua terhadap keberhasilan pendidikan anaknya adalah dengan memberikan perhatian, terutama perhatian pada kegiatan belajar mereka di rumah. Perhatian orang tua memiliki pengaruh psikologis yang besar terhadap kegiatan belajar anak.
Dengan adanya perhatian dari orang tua, anak akan lebih giat dan lebih bersemangat dalam belajar karena ia tahu bahwa bukan dirinya sendiri saja yang berkeinginan untuk maju, akan tetapi orang tuanya pun demikian. Sebab baik buruknya prestasi yang dicapai anak akan memberikan pengaruh kepadanya dalam perkembangan pendidikan selanjutnya.
Totalitas sikap orang tua dalam memperhatikan segala aktivitas anak selama menjalani rutinitasnya sebagai pelajar sangat diperlukan agar si anak mudah dalam mentransfer ilmu selama menjalani proses belajar, di samping itu juga agar ia dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal. Perhatian orang tua dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan fasilitas belajar. Pemberian bimbingan dan nasihat menjadikan anak memilikiidealisme, pemberian pengawasan terhadap belajarnya adalah untuk melatih anak memiliki kedisiplinan, pemberian motivasi dan penghargaan agar anak terdorong untuk belajar dan berprestasi, sedangkan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan dalam belajar adalah agar anak semakin teguh pendiriannya pada suatu idealisme yang ingin dicapai dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, jadi dapat disimpulkan bahwa orang tua paling berpengaruh dan penting dalam menapai anak yang soleh
b. Anak di Keluarga
Anak dalam keluarga adalah sorotan serius bagi orang tua agar terbentuk sikap yang posif bagi anak,perlu disadari bahwa anak dalam keluarga sebagai peniru dan penciplak sikap dan kebisaan orang tua kususnya dan keluarga umumnaya. Sebagai mana lazimnaya ciplakan tergantung yang diciplak dan hasil tidak jauh beda dengan yang diciplak . lanjutan makalah BK
 

Pengertian Pendidikan Seks

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991 ). Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagai pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal (Mudyahardjo, 2001:6 ).
Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994), secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan, sampai kelahiran, tingkah laku seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan, dan kemasyarakatan. Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan, pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan penerangan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan kepada anak sejak ia mengerti masalah-masalah yang berkenaan dengan seks, naluri, dan perkawinan. Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi, fisiologi seks manusia, dan bahaya penyakit kelamin.
Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan seks sehingga ia dapat menyalurkan secara baik, benar, dan ilegal. Pendidikan seks dapat di bedakan antara lain:
a.    Sex Intruction ialah penerangan mengenai anatomi seperti pertumbuhan rambut pada ketiak, dan mengenai biologi dari repoduksi, yaitu proses berkembang biak melalui hubungan untuk mempertahankan jenisnya termasuk didalamnya pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan.
b.    Education in sexuality meliputi bidang bidang etika, moral, fisiologi, ekonomi, dan pengetahuan lainnya yang di butuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individual sexual serta mengadakan inter personal yang baik.
Akses informasi seks sangatlah mudah dan cepat dari berbagai media, informasi tersebut dengan mudah didapat melalui internet, HP, majalah, serta media lainnya. Maka selayaknya orang tua sebagai pihak pertama yang bertanggung jawab terhadap keselamatan putra putrinya dalam menjalani tahapan-tahapan perkembangan (fisik, emosional, intelektual, seksual, sosial, dan lain sebagainya) yang harus mereka lalui, dari anak-anak sampai dewasa.
Pendidikan seks di negara-negara sekuler menitik beratkan pada prilaku seks yang aman dan sehat dan tak mengajari anak-anak tentang menghindari seks bebas, sehingga tidak bisa mengurangi timbulnya penyakit menular seks (PMS) dan kehamilan pra nikah.3 Di dalam Islam, isu yang berkaitan dengan seks bukanlah perkara asing, dibicarakan dengan begitu luas oleh para ilmuan dan para ulama, pembicaraan masalah seks tersebut bukanlah berdasarkan kepada pandangan mereka semata-mata tetapi adalah berdasarkan kepada pandangan Al-Quran dan Al-Hadits.
Perbincangan tentang seks senantiasa dikaitkan dengan persoalan aqidah, akhlak, menjauhi kemungkaran, dan tidak mendatangkan kemudahratan terhadap orang lain. Sebagai contoh, Quran telah menggambarkan institusi perkawinan sebagai sebuah institusi yang suci yang mampu memberikan ketenangan dan kasih sayang, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Apabila membicarakan perkara yang berkaitan dengan penyelewengan seks seperti zina, Allah SWT menegaskan dalam Al-Quran: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.
Apabila menyentuh persoalan hubungan homoseksual seperti yang di kisahkah melalui kaum Nabi Luth As, Allah SWT mengecam melalui dalil yang artinya :
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homoseksual) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
Islam sangat mementingkan umatnya menjalani kehidupan seksual yang sempurna dan baik selaras dengan tuntunan Allah SWT. Segala perintah dan peraturan agama berkaitan dengan seksual yang ditetapkan oleh Islam adalah kepada kesejahteraan hidup manusia.
Pendidikan Seks dalam Perspektif Al-Qur’an sebagaimana firman allah yang berbunyi:
Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.
Tanggung jawab beribadah bermakna menjalankan kehidupan sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT melalui Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW. Kehidupan seksual tidak terlepas dari tanggung jawab para pendidik dan masyarakat pada umumnya untukmemberikan pengetahuan serta pemahaman kepada generasi muda, mereka perlu diberi pemahaman dan pembelajaran seksual yang selaras dengan nilai dan garis hidup yang ditetapkan dalam Al-Qur’an.
Pendidikan seks di dalam Islam merupakan bagian integral dari pendidikan akidah, akhlak, Pada mulanya orang menganggap bahwa pendidikan seks itu amatlah kotor yang tak patut diajarkan. Golongan yang berpendapat demikian ini karena mereka anggap bahwa seks adalah masalah tabu yang tak perlu dikenal apalagi sampai diajarkan.Namun demikian banya k juga kalangan cendekiawan yang mendukung agar pendidikan seks disebarluaskan. Dalam survey yang diadakan terhadap anak-anak gadis yang hamil diluar pernikahan ditemukan bahwa pada umumnya mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan seks disekolah maupun dirumah. Sekarang masalahnya bagaimana cara memberikan pendidikan seks itu?. Mengingat karena masalah seks ini bagi kita masih begitu rumit, sensitive dan komplek hendaknya dalam menerapkan pendidikan seks perlu dijunjung norma-norma agama dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat.