Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Hikmah Membersihkan Najis dengan Air

Pagi sahabat blogger kali ini saya ingin menjelaskan hikmah membesihkan atau bersuci dangan air
Memang sebagian  fungsi air adalah menghilangkan kotoran..dalam perintah menghilangkan najis degan air yang suci terkandung hikmah yang lebih dari sekedar membersihkan

Air mampu menghilangkan inti najis berupa bau tidak sedap yang bisa menggangu kenyamanan orang lain.
Bau tidak sedap yang Bercampur degan udara bisa masuk keseluruh badan melalui pori-pori kulit.

Hal ini bisa mengganggu vitalitas tubuh yang rentan pada penyakit. Udara yang bercampur itu meresap tanpa terasa dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Bersama masuk nya udara ini,masuk juga berbagai jenis bakteri,unsur logam dan virus lain yang bisa melemahkan kekebalan tubuh.

Syari'at menganjurkan agar air lah yang di pergunakan utk membersihkan berbagai kotoran adalah air yg mengalir dan belum berubah rasa maupun baunya (air suci / thohir muthorir ).

Sesudah air tercampuri najis dan kotoran (mutanajjis),air itu tidak dipergunakan utk membersihkan kotoran.
Karena air yg sudah tercampur arak , air kencing dan darah tidak bisa di gunakan untuk membersihkan najis.
Karena najis tidak mungkin di hilangkan dengan najis pula hingga disebut yang dibersihkan tersebut suci menurur syaria't islm.
Maka syari'at fiqih menetapkan beberapa syarat 

hikmah ibadahkelayakan air yang bisa di gunakan buat menghilangkan 
najis dan kotoran..

kiretaria singkatnya adalah yang tidak berubah bau dan rasa juga warnanya  tapi untuk lebih jelasnya minta keterangan ustaz setempat sohib. walluhua'lah




oleh kang Al Raji IlaRahmatihi

Iman Obat Jiwa dan Fisik


Menurut bahasa Iman berarti “pembenaran hati”. Sedangkan menurut istilah,


Iman adalah :

تصديق بالقلب , وإقرارباللسان , وعمل بالأركان


“Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan”

(Sumber : At-Taudhiih wal Bayaan li Syaratil Iimaan, karya Imam Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, At-Tauhid Lish Shaffits Tsani Al-’Ali, karya Al-Allamah Shalih Fauzan Al-Fauzan)

Imam Ibnu Rajab mengatakan : ”Imam Syafi’i menyebutkan bahwa Ijma’ para sahabat, tabi’in dan orang setelah mereka yang mereka temui.”
Sebelum revolusi sains dan teknologi dan munculnya berbagai peralatan canggih, manusia belum dapat memahami secara pasti mekanisme dan fungsi akal yang membedakan manusia dengan hewan dan pembatasan tempatnya pada otak. Perlahan-lahan tempat-temapt yang terkait dengan indera, bicara dan gerak ditemukan. Penemuan mutakhir yang amat mengagumkan ialah diketahuninya sentra di otak yang aktif disebabkan keimanan dan ibadah yang berfungsi untuk menyeimbangkan peran kejiwaan dan fisik. Hal tersebut menetapakan prinsip penciptaan bahwa iman adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia. Jiwa yang khusyuk akan mempengaruhi kesehatan jiwa dan fisik.

Peneltian-penelitian ilmiah akhir-akhir ini telah mengagetkan kita bahwa iman kepada Allah dan beribadah kepada-Nya merupakan dorongan fitrah yang memiliki mekanisme dan berpusat di otak manusia. Bila seseorang tidak piawai dalam mengoperasikannya maka ia telah dengan sengaja untuk tidak berbeda dengan hewan yang mengakibatkan kehilangan keseimbangan jiwa dan fisik. Yang amat mengagumkan lagi ialah bahwa pengoperasian mekanisme tersebut sesuai dengan arahan-arahan agama yang mencerminkan gambaran yang amat sempurna, konprehensif dan bersih, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim sebagai manhajul hayah (konsep hidup). Bukan hanya itu, akhir-kahir ini, dalam Al-Qur’an juga ditemukan berbagai fakta ilmiyah lainnya yang sangat menambah kekuatan ikan kita.

Para ahli jiwa amat concern meneliti kaitan antara fisik dan psikis manusia dan pengaruh masing-masing di antara kediuanya. Akhirnya diketahuilah bahwa penyakit fisik memungkinkan terjadinya tekanan jiwa atau kemungkina berakar dari masalah kejiwaan (psikis). Lalu lahir sebuah cabang ilmu jiwa dengan nama Psychosomatic.

Dr. Badar Al-Anshori menjelaskan sebagian peneliti memastikan bahwa pessimism (pesimis) menambah kemungkinan besarnya manusia ditimpa penyakit fisik seperti kangker sebagaimana pesimis juga erat kaitannya dengan berbagai goncangan jiwa seperti stress, putus asa dan depresi.

Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap penderita penyakit kangker menjelaskan adanya hubungan positif antara pesimis dan kecepatan penyebaran penyakit kangker tersebut. Perasaan putus asa juga menyebabkan cepatnya penyebaran penyakit kangker. Sebaliknya, iman dan ridha terhadap keputusan Allah menyebakan terjadinya self teratment (pengobatan mandiri) dalam sebagian kasus kesembuhan kangker.
Sebagai berita gembiranya ialah ditemukannya sebuah pusat di otank yang aktif melakukan renungan (meditation) yang disertai ibadah dan mengembalikan fungsi fisik dasar kepada kondisi istirahat (state rest) yang mendukung fitrah keimanan dan pengaruh fisiknya.

Kesimpulan penelitian ilmiah yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 dari hasil penggunaan teknologi baru scanning terhadap otak yang dilakukan oleh sebuah team ilmiah yang dipimpin DR. Andrew Newberg, professor Radiology pada fakultas kedokteran Universitas Philadelphia, USA ialah : Kepercayaan kepada Allah adalah desain dasar (design in built) yang sudah ada dalam otak. Sebab itu, tidak mungkin seseorang dapat terlepas darinya kecuali dengan pura-pura buta terhadap fitrah yang lurus yang menjadikan manusia terdorong untuk beragama sepanjang sejarah.

Pengingkaram terhadap kecenderungan keimanan tersebut berarti mengabaikan kekuatan/kemampuan yang dahsyat yang berkembang sehingga memungkinkan seseorang mengenal kekuasaan Allah dengan berfikir dan meneliti ciptaan-Nya. Menurut Prof. Andrew Newberg, bahwa manusia dapat dikatakan diarahkan oleh satu kekuatan terhadap agama (religion for wired-hard). Sebabliknya, penelitian ilmiah sama sekali tidak mungkin menceritakan kepada kita secara langsung akan Dzat Allah… Akan tetapi ia dapat menceritakan kepada kita bagaimana Dia (Allah) mencipatakan manusia agar mereka mengenal-Nya dan beribadah kepada-Nya.
Penelitian Ilmiah juga dapat menceritakan kepada kita bahwa beribadah kepada Allah adalah tugas, sedangkan beriman kepada-Nya adalah tuntutan alamiiah sama halnya dengan makan dan minum. Otak manusia bukan hanya sebuah alat sebagai chip yang bertugas untuk beriman kepada Allah. Akan tetapi ia juga disiapkan untuk melaksanakan tugas ibadah untuk menjaga keselamatan jiwa dan fisik (physicist and physic) dengan arahan-arahan praktek aktif melalui sistematika saraf dan hormone yang saling terikat.
Dengan demikian, keyakinan kita akan keberadaan dan kekuasaaan Allah semakin bertambah. Jika tidak, untuk apa gunanya kekuatan/kemampuan dahsyat yang diberikan kepada manusia yang membedakan antara mereka dengan semua makhluk hidup di muka bumi? Sebab itu, iman kepada Allah dalam penelitian-penelitian ilmiah moderen bukanlah seperti filsafat dan khayalan masyarakat sebagaimana yang didengung-dengunkan oleh kalangan atheist (kaum darwinis evolutionist dan komunis) yang tidakaada sandaran ilmiahnya pada awal abad 20. Dugaan mereka telah nyata kegagalannya di mana mereka menduga bahwa manusialah yang menciptakan agama merke sendiri, khususnya setelah ditemukannya fakta ilmiah di atas bwa manusia telah Allah ciptakan beragama secara alami dan memberi mereka kekuatan/ kemampuan untuk mengenal dan beribadah kepada-Nya.
Sebagaimana seseorang akan bersih jiak ia rutin berudhuk (bersuci dari hadas kecil), kendatipun ia bukan muslim. Demikian pula ia akan meraih kebaikan jika ia praktekkan prilaku-prilaku ibadah seperti berfikir, khusyuk dan merenung, karena ia mengoperasikan pusat-puast yang mirip dengan pusat-pusat keimanan dalam otak yang bekerja untuk rileksasi dan terlepas dari perasaan-perasaan negative seperti ketakutan, kegelisahan, dan stress. Saat itulah seseorang berpindah dari kondisi keterasingan dan kesendirian kepada kondisi rileks dan tenang, kendatipun ia tidak mendapatkan jatah akhirat (karena tidak beriman kepada Allah).
Demiakianlah bahwa tenggelam dalam ibadah membuka cakrawala perasaan ketinggian dan memberikan bantuan untuk terlepas dari berbagai kepediahan dan tekanan jiwa serta kesembuhan dari berbagai kegoncangan seperti kegelisahan, stress, depresi dengan berbagai efek fisik lainnya.

Pelaksanaan ibada secara teratur akan memperbaharui kemampuan untuk pindah ke alam yang jiwa tenang di dalamnya dan terhindar dari tekanan-tekanan. Dalam kondisi seperti itu, seseorang akan tidak lagi concern terhadap alam luar (lahiriah yang menekan di sekitarnya) kendati bertambah. Barang kali dalam tingkat tertentu, kekuatannya akan bertambah untuk menanggung beban kepedihan anggota fisik, seperti yang dikatakan DR. Lawrence Mickeny, direktur Lemabaga Amerika Untuk Pengobatan Kegoncangan Otak, bahwa melaksanakan perenungan yang mendalam sampai khusyuk dapat menolong mengalahkan rasa kepedihan jiwa dan perasaan down, dan mampu mengembalikan keseimbangan dalam mendistribusikan aktivitas pada pusat-pusat otak serta dapat mengosongkan wadah perasaan celaka (bahaya) da kehilangan harapan kendati bagi mereka yang tidak beriman kepada Tuhan sekalipun.

Apa yang menjadi concern kita sebagai Muslim ialah bahwa Syariat Islam yang suci ini telah mendahului penemuan-penemuan tersebut lebih dari 14 abad dalam hal memotivasi berzikir kepada Allah, menegakkan shalat. Islam juga telah menyanjung peran iman dan khuysuk dalam merileksasi jiwa. Allah berfirman : Orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan hati mereka tenang dengan dzikrullah (mengingat Allah). Ingatlah! Denan mengingat Allah itu hati akan tenang. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, keberuntunganlah bagi mereka dan bagi mereka sebaik-sebaik tempat kembali (Syurga)”. (Q.S. Arra’du / 13 : 28 – 29)

Akhirnya, kita berucap : Maha Suci Engkau Yaa Allah yang telah memilih kami menjadi Muslim/ Muslimah, Mukmin/Mukminah.
Yaa Allah! Kuatkanlah iman kami. Tambahlah ilmu dan ketaatan kami. Matikanlah kami dalam Husnul Khatimah.. Amin….

Sumber :
1.:http://cindrarusni.blogspot.com/2009/08/pengertian-iman.html
2 :http://abaizzat.wordpress.com/2008/10/04/iman-adalah-obat-jiwa-dan-fisik

Wanita Penghuni Surga


Sesungguhnya segala kenikmatan syurga tidaklah dikhususkan untuk laki-laki saja sehingga wanita tidak mendapatkannya akan tetapi syurga adalah untuk orang-orang bertaqwa, Allah SWT.berfirman :
“(Syurga) disediakan untuk orang-0rang yang bertaqwa” (QS Ali ‘Imran : 133)

Namun Allah telah menjadikan laki-laki terpikat dan merindukan syurga karena mengingat bidadari-bidadari dan wanita-wanita di syurga, dan yang seperti itu tidak disebutkan untuk wanita. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor :
  • Umumnya wanita mempunyai rasa malu dan karena inilah Allah SWT. tidak menjadikan mereka terpikat de-ngan apa yang mereka malu kepada-nya.
  • Kerinduan seorang wanita akan lelaki tidaklah seperti kerinduan se-orang laki-laki kepada wanita -sebagaimana sudah diketahui-, karenanya Allah SWT. pun menjadikan lelaki me-rindukannya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
Tidaklah ada fitnah yang aku tinggalkan sesudahku yang lebih berbahaya dari pada wanita bagi lelaki” (HSR. Bukhari dan Muslim)
 Adapun wanita, mereka pun dijadikan oleh Allah SWT. merindukan aneka perhiasan dari jenis-jenis pakaian bagus dan permata melebihi kerinduan lelaki akan hal itu.
  • Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: “Sesungguhnya Allah SWT. menyebutkan istri untuk suami karena suamilah yang mencari mereka dan merekalah yang menginginkan wanita sehingga disebutkanlah istri-istri untuk lelaki di syurga dan tidak menyebut sebaliknya. Dan ini bukanlah berarti bahwa wanita di syurga tidak akan mempunyai suami. Akan tetapi mereka kelak akan mempunyai suami dari jenis manusia juga” (Al-Majmu’ Ats Tsamin (1/175)

Bersama suami atau siapakah ?
1. Mereka meninggal sebelum sempat menikah atau mereka meninggal setelah diceraikan suaminya dan belum sempat menikah dengan yang lain. Maka Allah akan menikahkan mereka di syurga dengan seorang lelaki dari penduduk dunia, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
”Di syurga tidak ada orang yang membujang (tidak mempunyai pasangan)” (HSR. Muslim)
Syaikh Ibnu Utsaimin  berkata: “Apabila seseorang belum menikah, yakni seorang  wanita di dunia ini maka sesungguhnya Allah SWT. akan menikahkannya dengan siapa yang ia tertarik dengannya di syurga”
2. Mereka sudah menikah  akan tetapi suaminya tidak bersamanya di syurga –semoga Allah melindungi kita dari hal ini-
Syaikh Ibnu Utsaimin  berkata: ”Seorang wanita apabila termasuk ahli syurga..…sedang suaminya tidak termasuk ahli syurga maka sesungguhnya bila ia masuk syurga maka disana ada lelaki ahli syurga yang akan memperisterikannya“ maksudnya akan menikah dengan salah seorang dari mereka.
3. Wanita yang meninggal setelah sempat menikah, maka saat di syurga ia untuk suaminya yang dahulu.
4. Wanita yang suaminya meninggal kemudian ia tetap tidak menikah setelah kematian suaminya hingga ia pun meninggal, maka dia tetap menjadi isterinya di syurga.
5. Wanita yang suaminya meninggal dan kemudian menikah dengan yang lainnya, maka dia untuk suami yang paling terakhir walaupun sempat menikah berkalikali, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
“Wanita itu adalah untuk suami terakhirnya”. (HSR. Abu ‘Ali Al-Haraani Al-Qusyairi, Abu Syaikh dan Al-Baghawy)
Dan berdasarkan perkataan Hudzaifah ……. kepada isterinya : “Jika engkau tetap ingin menjadi isteriku di syurga maka janganlah menikah dengan siapapun sepeninggalanku, sesungguhnya wanita saat di syurga adalah untuk suami terakhirnya di dunia. Karena itulah Allah .SWT. pun mengharamkan isteri-isteri nabi untuk dinikahi oleh orang lain sepaninggalannya, karena mereka itu kelak akan tetap menjadi isteri-isterinya di syurga.
Sekian tentang wanita penghuni surga maga kita jadi jadi penghi surga  dan isti kita termasuk perempuan penghuni surga amin ya Rabbi . wallohu'alam 

Orang Sakit dalam Pandangan Islam

Oke lah para sahabat blogger kali ini saya membagikan tentang orang sakit   , Sakit bisa dikatakan ujian dan juga siksa tapi bisa juga sakit adalah pelebur dosa yang harus kita syukuri . sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah SWT pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Artikel yang sederhana ini membuktikan bahwa sakit itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk kita dalam sakit.:
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.” (situs lakalaka.com)

Subhanallaah … subhanallaah … !!

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau penyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di¬jadikan penebus dosanya oleh Allah. (HR Bukhari-Muslim)

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya. (HR Ath-Thabarani)

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun.” (HR Al-Qadha’i)


Semoga artikel ini manfaat buat sobat adapun sumbernya dari sahabat Fb ku

Islam itu Adil lho !

    Adil adalah menempatkan suatu hal pada tempatnya , dan bisa juga adil itu disebut pertengahan setabil seimbang tidak berat sebelah atau timpang , diamana jalan tengah adalah adalah sebaik-baik perkara .
Islam agama yang adil dala dalam iqtikad , adil dalam ibadah , dan adil dalam akhlak

    Peratama , adli dalam iqtikad , umat muslim meyakini ada sang kholik yaitu Allah tiadak banyak seperti yang lainnya yang mana meyakin trinitas atau trimurti dan isalm tidak pula seperti atheis yang mana mereka tidak punya tuhan alias anti tuhan
    kedua , Islam adil dalm ibadah dalam ibadah islam punya yang di Ibadahi yaitu Allah hanya tunggal .ini juga tidak mengibadahi banyak tuhan atau sama sekali ndak ibadah
     ketiga , Islam adil dalam akhalak menghomati kepada nabi selain Nabi Muhammad , misalnya  kepada Nabi Isa tidak seperti Nasrani yang terlalu mendewakan hingga mentuhankan dan tidak seperti yahudi yang benci hingga mengatakan Nabi isya anak zinah ... islam meyakini kenabian Nabi Isa dan tidak merendahkan juga tidak menuhankan , Adil kan ? so islam agama yang adil dalam segala hal .

Islam Dan kebersihan

Bersih adalah ciri khas muslim , dimana bersih zohirdan batin juda bersih dari hadas dan kotoran , Keberrsihan itu merupakan sebagian dari iman
Menurut Imam al-Ghazali sebagaimana empat tingkatan dalam kebersihan, yaitu yang pertama, kebersihan anggota lahir dari hadats dan kotoran. Tingkatan yang pertama ini disebutkan batas minimal yang harus dimiliki oleh setiap orang yang akan melaksanakan ibadah shalat. Kedua, kebersihan anggota tubuh dari dosa dan kejahatan. Ketiga, kebersihan hati dari akhlak tercela dan sifat-sifat yang dimurkai. Dan keempat, kebersihan sirr (hati) dari selain Allah swt.

Menurut M. Abdurrahman bahwa kebersihan dalam islam terbagi dalam dua, yaitu hissiyah dan jasmaniah, hissiyah dan maknawiyah. Beliau membagi kembali istilah maknawiyah ke dalam dua, yaitu tazkiyah wa thaharah al-nafs dan tazkiyah wa thaharah al-mal.
  Diaz Corner (2007: 1) mengatakan bahwa “kesehatan sangat berkaitan erat dengan kebersihan. Seseorang akan sehat, jika selalu hidup bersih”. 

   Gus Rachmat berpendapat bahwa kebersihan dalam islam paling tidak ada 8 peringkat, yaitu:
kebersihan i’tiqad atau akidah, bersih dari sifat mazmumah (sifat jahat dalam hati), bersih dari hawa nafsu yang jahat, bersih dari hal-hal yang makruh terlebih lagi yang haram, kebersihan pergaulan, bersih di sudut ibadah, kebersihan akal dari ideologi, bersih dari adat. 
Muhammad bi dan al Hasan la Hajwi “Islam mengolaborasikan aspek duniawi dan ukhrawi”. Diantara ajaran islam yang mengenai aspek lahiriah dan batiniah, individual dan sosial adalah masalah kebersihan.

Untung Dibalik Musibah

Untung adalah suatu hasil dari yang kita peroleh dari tindakan
 yang kita lakukan
berita pesawat jatuhSedangkan Musibah adalah Kejadian yang menimpa dan bertentangan dengan hasrat  
Untung dan musiabah hampir sama dengan kalimat untung dan rugi . Dengan pandangan satu sisi
kita tidak akan menemukan untung dari sebuah kejadian yang menyakitkan
tapi , kita harus bercermin dari cahaya iman , dimana kita harus menyadari bahwa setiap 
musibah ada hikmah tertentu tidak serta merta merugikan pihak yang tertimpa musibah
Musibah tidak terlepas dari dua peran :
pertama , musibah sebagai ujian . Janji bagi orang yang beriman tidak akan sempurna sebelum diuji keimannannya seperti mahasiswa yang hendak lulus dangan skrifsi andalannya , ia tidak akan disebut sarjana sebelum lulus disidang .
Kedua , musibah sebagai azab atau laknatan . Setiap yang salah dan melanggar perintah Allah maka dengan keadilan akan diazab bisa saja di dunia atau di ahkirat kelak . sebab laknatan jelas dari perbuatan dosa manusia
pada nyatanya , tapi terkadang kita melihat contoh sunami atau pesawat jatuh  yang kelihatan alim juga kena , kenapa dikatakan laknat ? . munkin saja yang alim tersebut membiarkan maksiat meraja lela tanpa ada niat untuk meluruskannya .
Dari peran diatas maka bisa kita ambil keuntungan dari musibah maut  :
  1. Untung bagi orang yang beriman
     Yang iman di wafatkan Sebab Allah sayang terhadap keimanannya , bisa jadi kalau lama-lama hidup akan jadi orang yang maksiat dan murtad , apalagi masa kini pemurtadan sedang jadi tantangan bagi islam . Nah denagan Musibah wafat itu suatu jalan yang untung dan baik
  2. Untung bagi orang yang maksiat
    Dengan berakhirnya riwayat maka berakhir maksiat , ini merupakan keuntungan baginya kalau misalkan hidupnya masih panjang maka akan lebih banyak pengalaman sehingga dengan dimatian maka terhenti semua perbuatan dosanya .
  3. Untung  bagi keluarga
    untung tidak seluruh keluarga yang kena , kalau seandainya semua keluarga siapa yang mendoakan terus-menerus dan siapa yang mau menjadi penanggu jawab minta maaf atas kesalahan dan hutang terhadap orang lain .
  4. Untung bagi orang lain
    Yang nyata tetangga makan daging tapi bukan sekedar itu saja dengan musibah yang menimpa akan menjadi ibrah atau peringatan bagi yang masih hidup agar senantiasa menyadari hidup itu tidak abadi .
Segitu saja sobat  untung yang tadi bisa kita aplikasikan ke pesawat jatuh di gunung salak sebab ada hikmahnya diantarannya sebagai iktibar dan ada gosib menyatakan pesawat yang jatuh dibogor kemarin itu adalah yang sudah butut , besar kemunkinan denagan uji coba yang tidak lulus munkin tak akan terulang lagi  kisah pesawa Adam Air yang menyebabkan banyak warga indonesia yang raib . wallohua'lam

Keagungan dan Amal Sunat di Hari Asyura

Apa saja yang harus dilakukan di hari asyura ?
Nah , Hari Asyura merupakan salah satu hari yang dirayaikan oleh umat Islam. Asyura berasal daripada perkataan Arab asyara yang bermaksud sepuluh. Ini disebabkan hari Asyura adalah hari yang kesepuluh di dalam kalendar Islam tepatnya 10 Muharram.
        Menurut pandangan  Islam, hari Asyura telah menyaksikan banyak sejarah besar dan keajaiban yang  berlaku terhadap para nabi. Disebabkan itu, umat Islam menghormati hari tersebut seperti yang diamalkan oleh Nabi Muhammad s.a.w.
        Nabi Muhammad s.a.w.  melakukan puasa Asyura sejak di Makkah,  puasa Asyura adalah amalan biasa masyarakat setempatan. Apabila baginda berhijrah ke Madinah, baginda turut mendapati  kaum Yahudi turut berpuasa pada hari Asyura . Ketika itu, Baginda mengesahkan dan mensyariatkan puasa sehingga ia menjadi satu kewajiban kerana baginda merasakan masyarakat Islam lebih dekat dengan Nabi Musa. Ibn Hajar al-asqalani, dalam pernyataannya terhadap sahih Bukhari mengatakan yang syariat puasa telah dijadikan kepada bulan Ramadhan setahun kemudian.  masyarakat Islam melakukan puasa pada 10 Muharram sebagai amalan sunat dan bukan kewajiban.
   1. Hari pertama Allah menciptakan alam.
   2. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
   3. Hari pertama Allah menurunkan hujan.
   4. Allah menjadikan ‘Arasy.
   5. Allah menjadikan Luh Mahfuz.
   6. Allah menjadikan alam.
   7. Allah menjadikan Malaikat Jibril.
   9. Diampunkan dosa Nabi Adam a.s. setelah bertahun-tahun memohon keampunan kerana melanggar larangan Allah.
  10. Nabi Idris a.s. diangkat darjatnya oleh Allah dan Malaikat Izrail membawanya ke langit.
      Diselamatkan Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya dari banjir besar selama enam bulan dan bahtera baginda selamat berlabuh di puncak pergunungan.
  11. Nabi Ibrahim a.s. dilahirkan di kawasan pedalaman dan terselamat dari buruan Raja Namrud.
  12. Nabi Ibrahim a.s. diselamatkan Allah dari api Raja Namrud.
  13. Nabi Yusuf a.s. dibebaskan dari penjara setelah meringkuk di dalamnya selama tujuh tahun.
  14. Nabi Yaakub a.s. telah sembuh buta matanya ketika kepulangan anaknya Yusuf di hari tersebut.
  15. Nabi Ayub a.s. disembuhkan dari penyakitnya.
  16. Nabi Musa a.s. telah diselamatkan daripada tentera Firaun dan berlakunya kejadian terbelahnya Laut Merah.
  17. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s..
  18. Nabi Yunus a.s. selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
  19. Kesalahan Nabi Daud a.s. diampuni Allah.

  20. Nabi Sulaiman a.s. dikurniakan Allah kerajaan yang besar.

  21. Nabi Isa a.s. diangkat ke syurga ketika diburu oleh tentera Rom untuk menyalib baginda.

  22. Saidina Hussein ibni Ali telah syahid akibat dibunuh dengan kejam di Karbala oleh tentera khalifa Bani Umaiyyah iaitu Khalifah Yazid.
hal sunat yang dilakukan pada hari Asyura / sunat-sunat asyura :
   1. Melapangkan masa / belanja anak isteri
   2. Memuliakan fakir miskin
   3. Menahan marah
   4. Menunjukkan orang sesat
   5. Menyapu / mengusap kepala anak yatim
   6. Bersedekah
   7. Memelihara kehormatan diri
   8. Mandi Sunatlafaz niat : “ aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala.”
   9. Bercolek
  10. Membaca al ikhlas hingga akhir seribu kali
  11. Menjamu orang berbuka puasa
  12. Niat Puaas Asyura -  aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala.

Teori keadilan Aristoteles

teori keadilan aristotelespandangan Aristoteles tentang keadilan bisa kita dapatkan  dalam karyanya nichomachean ethics, politics, dan  rethoric. Lebih khususnya,  dalam karya nicomachean ethics, buku itu sepenuhnya ditujukan membahas keadilan,  Kemaslahatan dan keadilan menjadi inti dari hukum Islam. Ini bisa kita lihat dengan banyaknya ayat al-Quran yang berisi tentang kemaslahatan dan  keadilan Diantaranaya , yaitu :
An-Nisaa:58
An-Nisaa:135
 Al-Maidah: 8
Al-An’aam:90
dan asy-Syura:15.
       

    Berdasarkan filsafat umum Aristoteles, mesti dianggap bahwa keadilan sebagai inti dari
filsafat hukumnya, “karena hukum hanya bisa ditetapkan dalam kaitannya denagan keadilan”. Yang sangat penting dari pandanganya ialah pendapat bahwa keadilan harus dipahami dalam pengertian kesamaan .  Namun Aristoteles membuat  pembedaan  penting antara kesamaan numerik  dan kesamaan proporsional .
Kesamaan numerik mempersamakan setiap manusia sebagai satu unit. Inilah yang sekarang biasa kita pahami ketika kita mengatakan bahwa semua warga adalah sama di   depan hukum.
Kesamaan proporsional  adalah memberikan pada setiap orang apa yang menjadi haknya sesuai dengan kemampuannya , prestasinya, dan sebagainya. Dari pembedaan ini 

     Aristoteles menghadirkan banyak kontroversi dan perdebatan seputar keadilan.   Lebih lanjut  , dia membedakan keadilan menjadi jenis keadilan distributif dan keadilan korektif. Yang pertama berlaku dalam hukum  publik , yang kedua dalam hukum perdata dan pidana. Kedailan distributif dan korektif  sama-sama rentan terhadap problema kesamaan atau kesetaraan dan hanya bisa dipahami dalam kerangkanya. Dalam wilayah keadilan distributif, hal yang penting ialah bahwa imbalan yang sama-rata diberikan atas pencapaian yang  sama rata . Pada yang kedua, yang menjadi persoalan ialah bahwa ketidaksetaraan yang disebabkan  oleh, misalnya, pelanggaran kesepakatan , dikoreksi dan dihilangkan.


       Keadilan distributif menurut Aristoteles berfokus pada distribusi, honor, kekayaan, dan barang-barang lain  yang sama-sama bisa  didapatkan dalam masyarakat. Dengan mengesampingkan “pembuktian” matematis,    jelaslah bahwa apa yang ada dibenak Aristoteles ialah distribusi kekayaan dan barang berharga lain berdasarkan nilai yang berlaku dikalangan masyarakat. Distribusi  yang adil boleh jadi merupakan distribusi yang sesuai degan nilai kebaikannya, yakni nilainya bagi masyarakat pada umumnya.                                        
     

      Di sisi lain, keadilan korektif berfokus pada pembetulan sesuatu yang  salah. Jika suatu pelanggaran dilanggar atau kesalahan dilakukan, maka keadilan korektif berusaha memberikan kompensasi yang memadai bagi pihak  yang dirugikan ; jika suatu kejahatan telah dilakukan, maka hukuman yang  sepantasnya perlu diberikan kepada si  pelaku. Bagaimanapun juga perlu digaris bawhi , ketidakadilan akan mengakibatkan terganggunya  “kesetaraan” yang sudah mapan atau telah terbentuk. Keadilan korektif bertugas membangun kembali kesetaraan tersebut .  Dari penjelasan ini nampak bahwa keadilan korektif merupakan wilayah peradilan sedangkan keadilan distributif merupakan bidangnya pemerintah.
      

       Dalam  membangun argumennya,  Aristoteles menekankan perlunya  dilakukan pembedaan antara vonis yang mendasarkan keadilan pada sifat kasus dan yang didasarkan pada watak manusia yang umum dan lazim,  dengan vonis yang berlandaskan pandangan tertentu dari komunitas hukum tertentu. Pembedaan ini jangan dicampuradukkan dengan pembedaan antara  hukum positif yang ditetapkan dalam undang-undang dan hukum adat . Karena, berdasarkan pembedaan Aristoteles , dua penilaian yang terakhir itu dapat  menjadi sumber pertimbangan yang  hanya mengacu pada komunitas tertentu ,  sedangkan keputusan serupa dengan yang lain,  kendati diwujudkan dalam bentuk perundang-undangan , tetap merupakan hukum alam jika didapatkan dari fitrah umum manusia .

segitu saja artikel filsafat tentang teori keadilan menurut Aristoteles     semoga membantu untuk pendidikan kita
Sumber Teori keadilan Aristoteles : Theo Huijbers,  Filsafat Hukum dalam lintasan sejarah, cet VIII, Yogyakarta: kanisius, 1995 hal. 196.    3